Berita

gambar
Lihat Berita
Berita

Shalat Idul Adha Bersama, Nanang Pinta Masyarakat Transformasikan Pesan Yang Terkandung Dalam Ibadah Qurban

KALIANDA, Diskominfo Lamsel - Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dan Istri Hj. Winarni melaksanakan shalat Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi di lapangan korpri, Pemda Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (10/7/2022). Hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, S.Sos., M.M., beserta sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Pelaksanaan shalat Idul Adha bersama dengan masyarakat sekitar Kecamatan Kalianda ini, dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19, yakni dilaksanakan di ruang terbuka dan tetap menggunakan masker. Dalam pelaksanaan shalat Idul Adha kali ini, di imami oleh Ustadz Khoirul Ulum Al-Hafidz yang merupakan Imam Besar Masjid Agung Kalianda. Sementara, bertindak sebagai khatib K.H. Syamsul Hidayat Umar, S.Sos.I atau yang dikenal dengan Da'i Mamang. Adapun, perayaan hari raya Idul Adha 1443 Hijriah/2022 Masehi ini mengusung tema "Meraih Kesempurnaan Iman Melalui Ibadah Qurban". Sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha, Nanang menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah, meskipun ditengah pandemi Covid-19. "Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan sehingga kita bisa menghadiri sholat id dilingkungan korpri. Semoga kita senantiasa bersyukur, yang mana selama 2 tahun kita mengalami masalah besar dengan Covid-19, dan hari ini kita bisa melaksanakan shalat walaupun masih pandemi Covid-19," kata Nanang. Pada kesempatan itu, Nanang juga berpesan kepada seluruh jamaah shalat Idul Adha agar dapat mentransformasikan pesan keagamaan yang terkandung dalam Ibadah Qurban, kedalam kehidupan sehari-hari terutama dalam membangun Kabupaten Lampung Selatan. Menurut Nanang, untuk membangun Kabupaten Lampung Selatan yang maju dan sejahtera dibutuhkan pengorbanan serta keihklasan dari seluruh pemangku kepentingan, seperti halnya yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. "Nabi Ibrahim AS menjadi tauladan dengan pengorbanan yang begitu besar. Saat ini kita membutuhkan juga suatu pengorbanan, keikhlasan untuk mengisi kemerdekaan ini. Maka saya pinta kepada seluruh jajaran dan tokoh masyarakat untuk terus meningkatkan kesatuan dan persatuan dalam membangun Kabupaten Lampung Selatan yang kita cintai," ujar Nanang. (ptm). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Keren, Bunda Winarni Nanang Ermanto Kembali Raih Penghargaan Dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

MAKASSAR, Diskominfo Lamsel - Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Hj. Winarni Nanang Ermanto, kembali meraih penghargaan dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di bumi khagom mufakat. Hal ini terungkap pada Workshop Penguatan Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting dan Pemberian Penghargaan atas Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting di Regional I, yang berlangsung di Hotel Gamara, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/7/2022). Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Peringkat 3 se-Provinsi Lampung pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 pada wilayah regional I. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI dr.Erna Mulati, M.Sc., C.M.F.M kepada Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto. Untuk diketahui, sebelumnya pada tingkat Provinsi, Kabupaten Lampung Selatan juga mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dan Terbaik Peringkat 3 se-Provinsi Lampung pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021. Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd mengatakan, tujuan dari penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur tingkat penilaian kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting. Mulai dari memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting, mengevaluasi kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting, serta mengapresiasi kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting. "BKKBN sebagai ketua pelaksana TPPS pastinya perlu didukung oleh kita semuanya, intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran, penurunan stunting perlu didukung oleh anggaran. Dalam hal ini kami dari Kemendagri sangat mendorong bagaimana alokasi dana dalam APBD. Yang menjadi fokus utamanya adalah daerah-daerah yang prevalensi stuntingnya tinggi," katanya. Oleh karenanya untuk mewujudkan Indonsia Zero Stunting pada tahun 2024 mendatang, lanjut Teguh Setiabudi, diperlukan sinergi dari seluruh elemen terkait, mulai dari sektor pemerintahan, Tim Penggerak PKK termasuk didalamnya adalah unsur dari masyarakat. Dengan demikian diharapkan, pelaksanaan aksi penurunan stunting dapat lebih optimal dan konkret, guna kemajuan generasi bangsa Indonesia yang lebih baik kedepannya. "Kita bersama pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan stakeholder terkait, libatkan seluruh OPD, PKK, seluruh jajaran. Termasuk juga elemen-elemen terkait yang ada ditengah masyarakat," ujarnya. Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Sahurian menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah pusat atas kinerja daerah dalam melaksanakan aksi konvergensi penurunan stunting. Dirinya menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang baik dari seluruh elemen terkait serta strategi khusus dari tim yang dipimpin langsung oleh Hj. Winarni Nanang Ermanto. "Karena Lampung Selatan berhasil melaksanakan aksi konvergensi 8 aksi penurunan stunting, kemarinkan kita yang di Provinsi Lampung terinovatif sama peringkat ke-3 aksi konvergensi penurunan stunting. Kita dapat 2 penghargaankan kemarin," katanya. (ptm/Hy). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Kabupaten Lampung Selatan Kembali Raih Penghargaan Dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

MAKASSAR, Diskominfo Lamsel - Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Peringkat 3 se-Provinsi Lampung pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 pada wilayah regional I. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI dr.Erna Mulati, M.Sc., C.M.F.M kepada Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto. Hal ini terungkap pada Workshop Penguatan Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting dan Pemberian Penghargaan atas Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting di Regional I, yang berlangsung di Hotel Gamara, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/7/2022). Untuk diketahui, sebelumnya pada tingkat Provinsi, Kabupaten Lampung Selatan juga mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dan Terbaik Peringkat 3 se-Provinsi Lampung pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021. Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd mengatakan, tujuan dari penilaian kinerja dilakukan untuk mengukur tingkat penilaian kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting. Mulai dari memastikan akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting, mengevaluasi kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting, serta mengapresiasi kinerja pemerintah Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8  delapan aksi konvergensi penurunan stunting. "BKKBN sebagai ketua pelaksana TPPS pastinya perlu didukung oleh kita semuanya, intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran, penurunan stunting perlu didukung oleh anggaran. Dalam hal ini kami dari Kemendagri sangat mendorong bagaimana alokasi dana dalam APBD. Yang menjadi fokus utamanya adalah daerah-daerah yang prevalensi stuntingnya tinggi," katanya. Oleh karenanya untuk mewujudkan Indonsia Zero Stunting pada tahun 2024 mendatang, lanjut Teguh Setiabudi, diperlukan sinergi dari seluruh elemen terkait, mulai dari sektor pemerintahan, Tim Penggerak PKK termasuk didalamnya adalah unsur dari masyarakat. Dengan demikian diharapkan, pelaksanaan aksi penurunan stunting dapat lebih optimal dan konkret, guna kemajuan generasi bangsa Indonesia yang lebih baik kedepannya. "Kita bersama pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan stakeholder terkait, libatkan seluruh OPD, PKK, seluruh jajaran. Termasuk juga elemen-elemen terkait yang ada ditengah masyarakat," ujarnya. Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Sahurian menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah pusat atas kinerja daerah dalam melaksanakan aksi konvergensi penurunan stunting. Dirinya menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolabosi yang baik dari seluruh elemen terkait serta strategi khusus dari tim yang dipimpin langsung oleh Hj. Winarni Nanang Ermanto. "Karena Lampung Selatan berhasil melaksanakan aksi konvergensi 8 aksi penurunan stunting, kemarinkan kita yang di Provinsi Lampung terinovatif sama peringkat ke-3 aksi konvergensi penurunan stunting. Kita dapat 2 penghargaankan kemarin," katanya. (ptm/Hy). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Bupati Nanang Ermanto Dan Bunda Winarni Terima Penghargaan Dari BKKBN Pusat

MEDAN, Diskominfo Lamsel - Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dan Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Winarni Nanang Ermanto, menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kedua penghargaan tersebut disematkan secara langsung oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) kepada Bupati Nanang Ermanto dan Bunda Winarni, pada acara peringatan Harganas Ke-29 yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (6/7/2022). Penghargaan yang diberikan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-29 Tahun 2022 ini, merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pemerintah daerah atas dedikasinya terhadap program Keluarga Berencana (KB) dan kesejahteraan keluarga. Kepala BKKBN Pusat Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengatakan, faktor terbesar yang mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah stunting. Oleh karenanya, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Proses gagal tumbuh yang terjadi pada beberapa anak ini juga akan mempengaruhi kualitas dari generasi bangsa kedepan. Lebih dari itu, bila terus dibiarkan kata Hasto, hal tersebut juga akan berdampak terhadap tingkat perekonomian pada suatu wilayah. "Hari ini bapak ibu, mohon izin saya sampaikan bahwa generasi muda 24,4 persen stunting, kemudian yang 9,8 persen mental emosional disorder, 5 persen napza, 1 persen autisme, 3 persen difabel, sehingga generasi kita yang kurang optimal itu sudah hampir 40 persen sendiri, bahkan lebih," ungkap Hasto. Kemudian dalam rangka mencapai bonus demografi, lanjut Hasto, seluruh unsur pemerintah harus bersinergi guna mempersiapkan strategi pembentukan SDM yang unggul, mulai dari pembangunan mental, kesehatan, pendidikan dan sosial. "Ketika generasi mudanya tidak produktif maka window opportunity, bonus demografi akan menutup di tahun 2035, kita kemudian belum sempat sejahtera. Oleh karena itu, inilah pentingnya investasi selain yang keliatan fisik, maka investasi yang tidak kelihatan adalah kualitas SDM," katanya. Sementara, Kepala Dinas Dalduk KB Lampung Selatan Rikawati mengungkapkan, penghargaan yang diterima oleh Bupati Nanang Ermanto dan Bunda Winarni, merupakan bentuk apresiasi BKKBN pusat kepada pemerintah daerah atas kepedulian dan dukungannya, terhadap kemajuan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Lampung Selatan. "Penghargaan ini diberikan dalam rangka pemerintah fokus dalam mendukung program pada bidang kependudukan KB. Untuk mendapatkan penghargaan itu, progres MKJP nya sudah sesuai dengan harapan pemerintah pusat, dengan program pelaksanaan KB nya juga sudah tepat sasaran," tuturnya. "Sama dengan punya pak Bupati, dukungan dari PKK dalam rangka untuk meningkatkan program program kencana di pemerintah daerah, cuma satunya fokus untuk pak Bupati dari pemerintah daerahnya, satunya lagi dari Ketua Tim Penggerak PKK," jelasnya. (ptm). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

BPTP Lampung Kembangkan Taman Sains Pertanian

NATAR, Diskominfo Lamsel - Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung yang berlokasi di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mengembangkan Taman Sains Pertanian (TSP). TSP merupakan wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi dibidang pertanian, sekaligus tempat untuk peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani.  Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPTP Provindi Lampung Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si saat ditemui di rumah kopi, BPTP Lampung, pada Selasa (5/7/2022). "Disamping sumber inovasi sangat banyak disini. Kemudian lahirlah beberapa pemikiran untuk menjadikan daerah disini dengan konsep agro edu wisata, kami sudah buat konsepnya dari awal itu adalah TSP. Konsep TSP dengan edukasi adalah hasil-hasil yang dimiliki oleh BPTP yang bisa dijembatani oleh masyarakat," ungkapnya. Jekvy Hendra mengungkapkan, pada luas lahan 60 hektar tersebut, tidak semuanya bisa dijadikan sebagai lokasi pembinaan dan bimbingan untuk pengembangan agrowisata. Pada bagian belakang BPTP Lampung dengan luas kurang lebih 35 hektar, kata Jekvy, akan difokuskan untuk melakukan penelitian dan pengkajian, sehingga pengunjung hanya bisa mengunjungi lahan tersebut dengan menggunakan kendaraan. Sedangkan, untuk wilayah pembinaan kepada para pelaku pembangunan pertanian akan dilakukan dibagian depan BPTP Lampung dengan luas lahan kurang lebih 20 hektar. "Karena kami adalah riset dan penelitian, kami juga tidak serta merta melakukan hal seperti itu, banyak orang yang membuka kebun yang dijadikan wisata, 6 bulan setelah peresmian selesai, karena ada hama dan penyakit yang muncul," ungkapnya. Melalui penerapan konsep TSP ini, lanjut Jekvy, para pelaku pembangunan pertanian akan mengetahui dan memahami secara menyeluruh, mengenai konsep bertani dengan baik dan cerdas. Sehingga diharapkan, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menguatkan peran iptek, dalam pembangunan ekonomi dengan budaya inovasi pada sektor pertanian. "Sangat sayang bila kita tidak memanfaatkan beberapa potensi yang dimiliki oleh Lampung Selatan. Peta kesesuaian lahan itu ada, kita harus cari kesesuaian varietas yang cocok untuk daerah tersebut," katanya. "Sekarang kalau kekurangan pupuk, apa alternatifnya, maka langkah pematian pupuk adalah spesifik lokasi. Kami punya alat yang bisa mengidentifikasi, kan sayang itu kalau tidak dimanfaatkan," kata Jekvy lebih lanjut. Jekvy menyebut, selain memiliki produk olahan seperti minuman lada dan kopi, BPTP Lampung juga memiliki berbagai produk pertanian lainnya, seperti cabe jawa, vanili, duren, padi, jagung, kedelai, pepaya dan masih banyak lagi. Namun demikian semua produk pertanian tersebut tidak dapat dihasilkan secara terus-menerus, hal ini dikarenakan BPTP Lampung akan mengkaji serta meneliti permasalahan yang terjadi di lapangan. "Kita mengkaji, misal ada masalah di lapangan, jadi fokus kami adalah bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. spesifik untuk Lampung Selatan yang dibutuhkan teknologinya apa, beda daerah akan beda lagi. Jadi pola kerja kami seperti itu pak, kami tidak bisa menghasilkan produk yang sifatnya terus-menerus," ujar Jekvy. [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Tetap Eksis, Program Radio DBFM Selalu Mengedukasi Dan Menyesuaikan Perkembangan Era Digital

KALIANDA, Diskominfo Lamsel - Pada era digital seperti saat ini, perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi semakin berkembang, dan peran media massa tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, baik itu media cetak maupun media elektronik seperti Radio. Di tengah situasi tersebut, program radio perlu dikemas sedemikian rupa supaya menarik perhatian dan dapat diikuti oleh banyak orang. Jumlah stasiun radio yang semakin banyak mengharuskan pengelola stasiun untuk teliti dalam memajukan program-program andalan. Radio Dimensi Baru FM yang merupakan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dengan frekuensi 93.0 FM ini mempunyai tugas menyampaikan informasi timbal balik pemerintah kabupaten dengan masyarakat serta antar masyarakat. Menurut Direktur Utama LPPL Lampung Selatan Rudi Suhaemi, SH, pihaknya akan menyesuaikan kemajuan teknologi dengan program radio DBFM, baik yang off air (out door) maupun on air (in door). "Kita akan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, program-program kita itu akan mengimbangi kemajuan teknologi yang ada. Jadi program itu kita bagi dua program  indoor dan outdoor,  program outdoor itu adalah suatu kegiatan yang bagaimana kita bisa mensosialisasikan radio ke publik melalui kegiatan-kegiatan  misalnya lomba catur  dan peragaan busana (model)" jelas dia Selasa (05/07/2022). Rudi Suhaemi menambahkan, untuk program on air khususnya program berita, 90 persen mempromosikan mengenai kabupaten Lampung Selatan. Untuk diketahui, Radio Dimensi Baru 93.0 FM memiliki beberapa program acara andalan, seperti Sapa Kalianda (berita-berita terupdate), Intips (Inspirasi dan Tips) membagikan tips-tips menarik, Tikham Saka program Lampung yang juga membahas tentang Indonesia, Ceritaku-Ceritamu (Zona Muda, Scary Story, Gen L, Sharing Moment, Nostalgia), Berdasi (Berdendang Asik) terkait dengan Dangdut, Ruang Dialog (Talkshow), ABC (Anak Bangsa Cerdas), Oase Iman, Buletin DB, Kamus DB serta Top List. Baru-baru ini, Radio Dimensi Baru 93.0 FM memiliki program siaran baru yang disebut Minan Rusida (Mari Siarkan dan Dengarkan Ruang Promosi Anda), Kampung (Kamus Bahasa Lampung), DBFM Pedia (wawasan seputar Lampung Selatan). Tak hanya itu, program-program andalan DBFM Radio ini ditampilkan dalam berbagai platform sosial media. Antara lain lewat Youtube dan Facebook. (bngpsp). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Lampung Selatan Tanggap Virus PMK, Tim Satgas Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak Menjelang Hari Raya Idul Adha

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melakukan kegiatan pemantauan kegiatan vaksinasi pada hewan ternak, Selasa ( 05/07/2022). Bertempat didesa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, kegiatan ini dilaksanakan guna melakukan pencegahan dan pengendalian virus PMK pada hewan ternak yang sudah banyak kasus terkonfirmasi dibeberapa kota di Indonesia. Untuk diketahui Lampung Selatan mendapatkan bantuan vaksinasi sebanyak 6500 dosis dari pemerintah pusat untuk selanjutnya vaksin tersebut diberikan kepada hewan ternak yang dalam kondisi sehat. Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Rini Ariasih menyebutkan, kegiatan pemantauan vaksinasi tersebut telah diberikan 100 dosis vaksin kepada hewan ternak yang dimiliki masyarakat sekitar dengan takaran dosis sebanyak 2ml yang disuntikan dengan merek vaksin Aftopor. "Dan hari ini adalah aplikasi vaksin yang terakhir setelah kami diberikan waktu 1 Minggu untuk dapat mendistribusikan 6500 dosis tersebut," ujar Rini saat ditemuin seusai pemberian vaksinasi. Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan itu juga menuturkan, vaksinasi tahap pertama ini sesuai instruksi dari pemerintah pusat untuk diprioritaskan untuk hewan ternak sapi mengingat sapi menjadi salah satu hewan yang akan di jadikan kurban saat hari raya Idul Adha mendatang. "Jadi vaksinasi ini akan diberlakukan 2 tahapan pemberian vaksin dan tahap ke dua nantinya akan diberikan booster, untuk vaksin dosis pertama ini akan ada beberapa ada penddistribusian kembali dari pemerintah pusat," tuturnya. Rini Ariasih juga mengatakan, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak, pihaknya selalu memberikan informasi kepada para peternak dan pedagang belantik bahwa vaksinasi ini merupakan salah satu cara untuk membebaskan hewan ternaknya dari virus PMK. "Kalau memang sudah terkena penyakit PMK nantinya akan mendapatkan pengobatan tetapi vaksin ini diberikan bagi sapi yang dalam keadaan sehat agar terhindar dari virus PMK itu sendiri," ucapnya. Rini Ariasih juga telah mengkonfirmasi bahwa Lampung Selatan masih dalam status zero kasus. Dirinya juga berharap Lampung Selatan bisa bebas dari virus PMK dengan capaian vaksinasi yang diharapkan 70% dari populasi yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dapat merata tervaksinasi. "Alhamdulillah hingga saat ini belum ada yang melaporkan ada hewan ternak yang terkonfirmasi virus PMK, Kami Tim Satgas Pengendalian Virus PMK Lampung Selatan terus berupaya memberikan edukasi ke masyarakat supaya Lampung Selatan ini bisa bebas dari PMK," terangnya. Sementara, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan (Dandim 0421/LS) Letkol Inf Fajar Akhirudin mengungkapkan, kegiatan vaksinasi PMK merupakan langkah antisipasi terjadinya PMK kepada hewan-hewan ternak yang ada di Lampung Selatan ini. "Ini merupakan kegiatan yang luar biasa ya, seperti kita ketahui bersama, dalam waktu dekat kita, khususnya muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha, dimana nanti banyak sapi yang akan di qurbankan atau dipotong jadi ini merupakan langkah antisipasi kita. Ini merupakan langkah cepat dari satgas dan juga seluruh elemen masyarakat untuk bersama melakukan antisipasi agar PMK ini tidak menular di Kabupaten Lampung Selatan," ungkap Dandim 0421/LS itu. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu untuk memvaksinkan hewan ternaknya supaya terhindar dari PMK, apabila terjadi indikasi segera laporkan secara berjenjang, baik dari tingkat desa ataupun kecamatan. "Saya menghimbau agar masyarakat tidak ragu dan tidak takut dengan kegiatan vaksin ataupun terhadap penyakit PMK ini. Apabila ada indikasi segera laporkan secara berjenjang, sehingga nanti Tim akan cepat turun untuk mengantisipasi penyakit PMK ini, penyakit ini bisa disembuhkan jadi jangan takut dan tidak boleh panik dalam situasi seperti ini, kami akan siap membantu," himbaunya. (lmhr/nsy). [..]

Dibuat oleh : R
gambar
Lihat Berita
Berita

Gelar Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Lampung Selatan Tekankan Utamakan Pelayanan Masyarakat

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Bulan Juli tahun 2022 di Aula Rajabasa, Setdakab Lampung Selatan, Senin (04/07/2022). Rapat dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Lampung Selatan, didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Eka Riantinawati dan dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto. Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengungkapkan, kegiatan rakor ini bermaksud untuk mengevaluasi kinerja selama satu bulan, untuk membahas apa saja kinerja yang sudah dilakukan dalam satu bulan tersebut. "Dimana pekerjaan rutin kita dari hari ke hari, Minggu ke minggu, bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun itu apa saja capaian-capaian yang didapatkan. Ini bukan rakor-rakoran biasa, jadi tolong dicermati dengan benar evaluasi ini supaya kita bisa meningkatkan capaian-capaian yang lebih baik lagi," ungkap Bupati Lampung Selatan itu. "Dirakor ini juga kita akan membahas apa saja yang akan kita lakukan untuk kedepannya, semua akan dibahas dan disampaikan disini, supaya kita semua tahu apa yang akan dilakukan, agar kita bisa bergerak dan bekerja sama menjalankannya," ungkapnya lebih lanjut. Dalam kesempatan tersebut Nanang juga mengatakan, mengenai pelayanan juga harus dikedepankan, untuk selalu memberikan pelayanan dengan baik dan maksimal kepada masyarakat. "Kita harus terus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Hasil rakor ini juga harus disosialisasikan kepada jajaran yang lain untuk selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat itu secara maksimal dan baik, sehingga masyarakat mencapai kepuasan dari hasil layanan kita ini," ujarnya. Rapat yang diikut seluruh Kepala Perangkat Daerah serta Camat se- Kabupaten Lampung Selatan tersebut turut membahas tentang persiapan Hari Raya Idul Adha 1443 H yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2022 mendatang. Firmansyah Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab setempat dalam laporannya mengatakan, Salat Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022 akan berlangsung di Lapangan Korpri pada tanggal 10 Juli 2022 tepat pukul 07.00 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang berlaku. "Untuk jumlah peserta yang akan beribadah tidak dibatas namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang berlaku serta salat tersebut diikuti oleh Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah serta masyarakat sekitar," ujarnya. Berkenaan dengan hewan kurban yang sudah tersedia saat ini berjumlah 36 Ekor yang didistribusikan langsung ke beberapa pesantren, Lapas, Polres dan lainnya yakni sebanyak 18 ekor sapi dan sisanya dibawa ke Mesjid Agung untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat sekitar. "Untuk diketahui 36 Ekor hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari 55 Perangkat Daerah yang ada di Lampung Selatan," imbuhnya. Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan Rini Ariasih dalam rapat tersebut mengatakan saat ini Lampung Selatan masih berstatus zero kasus meskipun saat ini masih maraknya virus Penyakit Mulut dan Kuku di beberapa daerah di Indonesia. "Untuk saat ini dapat saya laporkan Lampung Selatan belum ada hewan yang memiliki gejala yang menunjukkan hewan tersebut mengidap penyakit PMK dan juga pihak kami telah mendistribusikan sebanyak 6.500 dosis vaksin yang kami prioritaskan di wilayah-wilayah perbatasan yang terkonfirmasi PMK serta sentral pembibitan di Kecamatan Tanjung Sari," ujarnya. Selanjutnya, progres dari pemberian vaksin tersebut hingga hari Minggu (03/07/2022) kemarin telah mencapai 80% dan akan dilanjutkan selama 2 hari sesuai dengan waktu yang telah ditentukan untuk mencapai progres 100% untuk tahap pertama ini. Rini juga mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan hewan kurban baik pada pedagang belantik maupun lapak-lapak yang menjual hewan-hewan kurban dengan menyatakan hewan yang mereka miliki bebas dari virus PMK dengan ditandai dengan pemberian kartu sehat. (lmhr/nsy). [..]

Dibuat oleh : R
gambar
Lihat Berita
Berita

Cegah Stunting, Pemda Beserta Seluruh Desa Di Lampung Selatan Bakal Tanam Beras Inpari Nutri Zinc

KALIANDA, Diskominfo Lamsel - Sebagai upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan antusias bakal mengembangkan beras Biofortivikasi dengan varietas unggul padi Inpari IR Nutri Zinc, yang didapat dari bantuan Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Lampung. Hal tersebut terungkap pada audiensi antara Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto bersama Kepala BPTP Provinsi Lampung Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lampung Selatan, pada Senin (4/7/2022). Nanang Ermanto mengatakan, pemerintah daerah bakal menanam padi varian tinggi nutri zinc tersebut, untuk memastikan tersedianya ketahanan pangan daerah dalam pencegahan stunting. Dilain sisi, juga bisa membantu daerah lain yang menjadi lokus permasalahan stunting. Hal tersebut juga didukung dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Lampung Selatan. Sehingga, kata Nanang, harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah. "Beras stunting, ini bisa menjadi sumber PAD kita bisa menyuplai saudara saudara kita, kalau memang beras kita surplus. Kita juga ada petani milenial, lahan kita ada. Karena kebetulan sawah kita sudah mulai berkurang, kalau ladang kita bisa ubah jadi sawah ini bagus," kata Nanang. Kemudian, selain memanfaatkan hasil produksi, lanjut Nanang, pihaknya juga akan membuka wisata pengembangan pertanian agar bisa menjadi pusat percontohan bagi masyarakat, sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedepannya. "Kita menjadi tempat wisata pertanian, peternakan, mulai pendataan aset, kita kolaborasi, kerjasama untuk wisata di Lampung Selatan. Harus smart, cepat, sekarang ini yang kita hadapi adalah kecepatan, saya akan tindaklanjuti," ujarnya. Sementara, Kepala BPTP Provinsi Lampung Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si menjelaskan, beras dengan kandungan zinc tinggi bisa menjadi salah satu upaya dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan bayi, sehingga dapat mencegah adanya permasalahan stunting sejak dini. Agar tepat sasaran, Jekvy juga menyarankan agar perangkat daerah seperti Dinas Tanaman Pangan, Holtikutra dan Perkebunan serta Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dapat bekerjasama dengan baik. "Ini bisa mengatasi permasalahan stunting, alhamdulillah sekarang ada beras dengan nutri zink nya tinggi sekali. Kami BPTP berkewajiban untuk menyediakan kebutuhan benih beras nutri zink, kandungan beras yang dihasilkan untuk ibu hamil, masa bayi dan selanjutnya. Saya harap ada kerjasama antara Dinas kesehatan dan Dinas PMD untuk program ini," ungkapnya. Jekvy Hendra menjelaskan, BPTP Provinsi Lampung memiliki program pada sektor pertanian, yaitu bantuan bibit beras Inpari Nutri Zinc yang akan diberikan kepada seluruh desa se-Kabupaten Lampung Selatan. Oleh karenanya, Jekvy berharap, benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc ini dapat dikembangkan dengan baik di Kabupaten Lampung Selatan. Bahkan, dirinya juga menyatakan BPTP Provinsi Lampung siap untuk membantu pemerintah daerah pada sektor pertanian. "Kami menyediakan benih benih beras nutri zink untuk memback-up semua daerah terutama wilayah stunting yang dimiliki oleh masing masing kabupaten khususnya Lampung Selatan. Setelah hasil panen, kami mengharapkan adanya koordinasi dengan posyandu. Kami dari BPTP siap membantu pak," jelas Jekvy. (ptm). [..]

Dibuat oleh : P
gambar
Lihat Berita
Berita

Terima Audiensi Dengan PT. Asuransi Jasindo, Pemkab Lamsel Turut Berikan Perlindungan Kepada Petani Melalui Subsidi Asuransi

KALIANDA, Diskominfo Lamsel - Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menerima langsung audiensi PT. Asuransi Jasindo perihal Fasilitas Asuransi Pertanian di ruang Kerja Kantor Bupati setempat, Senin (4/7/2022). Guna mendukung percepatan pembangunan di bidang pertanian dan upaya meringankan beban petani, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian hingga pemerintah daerah meluncurkan program unggulan pada sektor pertanian, contohnya asuransi untuk para petani. Branch Manager PT.Asuransi Jasindo Bandar Lampung, Ika Maulana Rusdytia menyampaikan, tujuan adanya program unggulan dari pemerintah pusat maupun daerah terhadap sektor pertanian mencakup asuransi petani, asuransi ternak sapi, rehabilitasi irigasi dan peningkatan pupuk subsidi. "Diselenggarakannya asuransi pertanian ini tujuannya adalah memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan hama melalui Jasindo yakni pertanggungan asuransi pak," jelas Ika Maulana. Ia menambahkan, berdasarkan besaran biaya input usaha tani padi yaitu sebesar 180 ribu rupiah per hektar per musim tanam. Bantuan pemerintah saat ini sebesar 80% sebesar 144 ribu rupiah per hektar per musim tanam, dan saat ini petani harus membayar premi swadaya 20 % proporsional, sebesar 36 ribu rupiah per hektar per musim tanam. "Premi Asuransi Usaha Tani Padi saat ini 3 %. Kelompok tani membayar premi swadaya sebesar 20%, sebesar 36 ribu rupiah per hektar per musim tanam dan proporsional sesuai luas area yang diasuransikan," tambahnya. Pada kesempatan itu, Bupati Nanang menyampaikan bahwa upaya meringankan beban petani, pemerintah pusat maupun daerah meluncurkan beberapa program unggulan pada sektor pertanian. "Mungkin jika ada moment-moment bertemu dengan petani dari asuransi Jasindo bisa ajak Bupati, disana nanti kita memberikan imbauan kepada para petani untuk mendaftar asuransi petani ditambah sudah ada subsidi pula dari pemerintah," terang Nanang. Pada bagian lain, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Bibit Purwanto menjelaskan, pemerintah daerah sudah memberikan perlindungan terhadap resiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk berusaha tani dari klaim asuransi. "Asuransi petani selama ini, petani membayar 36 ribu dan subsidi dari pemerintah 144 ribu, kelompok petani-petani yang sudah jeli biasanya sudah mendaftar asuransi petani ini," jelas Bibit (Hy). [..]

Dibuat oleh : R