DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Akses jalan menuju Sekolah Rakyat di kawasan Exit Tol Kalianda, Desa Canggu,
Kecamatan Kalianda, mulai dibangun dengan perhatian pada kualitas konstruksi
dan keselamatan pengguna jalan.
Infrastruktur ini menjadi
bagian dari persiapan fasilitas pendidikan yang dirancang memperluas kesempatan
belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Lampung Selatan.
Bupati Lampung Selatan Radityo
Egi Pratama meninjau progres pembangunan jalan tersebut, Senin (26/10/2026). Dalam
peninjauan itu, Egi mencermati kondisi konstruksi, detail teknis, hingga desain
gorong-gorong agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi optimal dan
memenuhi aspek keselamatan.
Menurut Egi, kualitas
pembangunan tidak hanya ditentukan oleh fungsi dasar infrastruktur, tetapi juga
oleh perencanaan dan desain yang matang. Karena itu, ia mendorong agar
referensi dari sejumlah proyek pengembangan kawasan dapat menjadi bahan
pertimbangan dalam penyempurnaan desain, sepanjang sesuai dengan ketentuan
teknis yang berlaku.
“Coba lihat desain seperti
jembatan dan gorong-gorong di kawasan BSD maupun proyek yang dikembangkan
Ciputra. Itu bagus-bagus, kita adopsi. Kalau tidak ada ketentuan yang baku,
harusnya bisa kita adopsi,” kata Egi.
Selain konstruksi jalan dan
gorong-gorong, aspek keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian.
Pemasangan rambu-rambu, termasuk rambu berhenti (stop), perlu diperhatikan
untuk mendukung keamanan dan kelancaran akses menuju kawasan sekolah.
Akses jalan menuju Sekolah Rakyat tersebut memiliki panjang 215 meter dan lebar 15 meter, dengan lebar perkerasan jalan eksisting sekitar 8 meter. Jalan ini dibangun menggunakan konstruksi beton, dilengkapi tujuh titik lampu penerangan, penanaman 40 pohon tabebuya, serta satu unit gorong-gorong untuk mendukung kelancaran drainase.

Sekolah Rakyat Ditargetkan
Mulai Dibangun Akhir Desember
Di balik pembangunan akses
tersebut, Sekolah Rakyat disiapkan sebagai program pendidikan yang memberikan
kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Program
ini dirancang menggunakan sistem asrama (boarding school) dengan
kapasitas sekitar 2.500 orang, termasuk peserta didik dan tenaga pendukung.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten
Lampung Selatan Puji Sukamto menyampaikan, pencanangan pembangunan Sekolah
Rakyat direncanakan dilakukan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia. Jika
tidak ada perubahan jadwal, pembangunan sekolah di Lampung Selatan ditargetkan
mulai pada akhir Desember 2026.
“Kalau tidak ada perubahan,
pembangunan dimulai akhir Desember. Pada Juli mendatang, sekolah ditargetkan
sudah menerima sekitar 2.500 orang, termasuk guru dan wali asuh,” ujar Puji.
Ia menjelaskan, sasaran
penerima manfaat program ini antara lain anak-anak dari keluarga penerima
Program Keluarga Harapan (PKH) serta masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan
2 berdasarkan data kesejahteraan sosial. Penetapan penerima manfaat tetap
mengacu pada kriteria yang telah ditentukan.
Anak-anak yang putus sekolah
dan ingin mengikuti program tersebut juga perlu dipastikan memenuhi persyaratan
yang berlaku agar bantuan pendidikan dapat diberikan sesuai sasaran.
Kehadiran Sekolah Rakyat di
Lampung Selatan diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus
menyediakan lingkungan belajar dan pendampingan yang memadai bagi anak-anak
dari keluarga kurang mampu.
Melalui persiapan infrastruktur
dan fasilitas pendidikan yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Lampung
Selatan berharap pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai rencana sehingga
program tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ptm-Kmf)