DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Kesempatan membangun masa depan setelah menjalani masa pidana menjadi salah
satu hal yang perlu dipersiapkan sejak warga binaan masih berada di lembaga
pemasyarakatan.
Untuk mendukung upaya tersebut,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Kelas IIA Kalianda menjajaki kolaborasi pembinaan melalui pelatihan
keterampilan dan penguatan kemandirian ekonomi.
Rencana kerja sama itu dibahas
dalam audiensi Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, bersama Bupati
Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di ruang kerja bupati, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut,
Badarudin menyampaikan perlunya dukungan pemerintah daerah untuk memperluas
program pembinaan, terutama melalui pelatihan yang disesuaikan dengan minat dan
bakat warga binaan.
Pembekalan ini diharapkan dapat
menjadi modal bagi mereka untuk bekerja atau berwirausaha setelah kembali ke
masyarakat.
“Kami ingin memperkuat
pembinaan warga binaan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Sebab,
mempersiapkan mereka agar siap kembali ke masyarakat merupakan tanggung jawab
bersama,” ujar Badarudin.
Menurutnya, pembinaan tidak
cukup hanya melalui keterampilan teknis, tetapi juga perlu memperkuat mental
dan kepercayaan diri agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dan
memanfaatkan keterampilan yang telah dipelajari.
Untuk mendukung hal itu, Lapas Kalianda membuka peluang keterlibatan perangkat daerah yang memiliki kompetensi di berbagai bidang, seperti pertanian, peternakan, dan perdagangan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas jenis pelatihan sekaligus memberikan bekal yang lebih relevan dengan peluang kerja dan usaha.

Menanggapi usulan tersebut,
Bupati Radityo Egi Pratama menyambut baik peluang kolaborasi yang dapat
dirumuskan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.
“Kalau ada program-program yang
bisa kita kolaborasikan, nanti kita rumuskan bersama dan kita tajamkan
kegiatannya sesuai dengan kondisi sekarang. Saya terbuka untuk program-program
yang bisa memberikan manfaat,” ujar Egi.
Ia menegaskan, setiap program
kerja sama perlu dirancang dengan arah yang jelas dan menghasilkan manfaat
nyata. Egi juga menekankan tiga nilai yang menjadi perhatian dalam pembangunan
daerah, yakni tumbuh, berdampak, dan berkelanjutan.
“Yang menjadi nilai kita ada tiga, yaitu tumbuh, berdampak, dan berkelanjutan. Artinya, program yang kita buat harus memberikan manfaat positif bagi pembangunan masyarakat di sekitarnya,” kata Egi.
Dalam audiensi tersebut, Bupati
Egi juga menerima selendang tapis dan peci tapis hasil karya warga binaan Lapas
Kelas IIA Kalianda. Kedua produk itu menjadi gambaran keterampilan yang
dikembangkan melalui kegiatan pembinaan di dalam lapas.
Ke depan, Pemkab Lampung
Selatan dan Lapas Kalianda akan membahas bentuk kerja sama yang memungkinkan
untuk dilaksanakan, termasuk dukungan pelatihan dan pendampingan melalui
perangkat daerah terkait.
Kolaborasi ini diharapkan dapat
memperkuat bekal warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan,
kepercayaan diri, dan peluang membangun kehidupan yang lebih mandiri. (Nsy-Kmf)