DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Pemkab Lampung Selatan mengoptimalkan pemanfaatan Dashboard Indeks Akses
Keuangan Daerah (IKAD) untuk memperkuat perencanaan berbasis data, memperluas
akses keuangan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi demi meningkatkan
kesejahteraan warga.
Upaya tersebut sejalan dengan
keikutsertaan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung
Selatan, Aryan Saruhian, dalam peluncuran Dashboard IKAD secara virtual, Senin
(19/10/2026).
Kegiatan dipusatkan di Kantor Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(PPN/Bappenas), Jakarta.
Melalui dashboard ini,
pemerintah daerah dapat memetakan kondisi akses keuangan, mengidentifikasi
kesenjangan antarwilayah, serta menyusun program yang lebih tepat sasaran
sesuai kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat.
Menteri PPN/Kepala Bappenas,
Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus berangkat dari
kondisi dan kebutuhan daerah.
“Semua hal yang terjadi di
Indonesia, mulainya dari daerah. Perencanaan yang direncanakan di kantor ini
pun pertama-tama harus bersumber dari daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut,
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya
mengintegrasikan indikator IKAD ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam pemaparan kegiatan
tersebut, sebanyak 38 provinsi telah mengintegrasikan indikator IKAD, sementara
341 kabupaten/kota telah memuat indikator tersebut dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Bagi Lampung Selatan,
pemanfaatan IKAD dapat memperkuat dasar penentuan prioritas pembangunan,
terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang
produktif. Dengan demikian, program yang disusun diharapkan mampu membuka
peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga.
Upaya tersebut juga membutuhkan
sinergi lintas sektor, termasuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah
(TPAKD), untuk memperluas jangkauan layanan keuangan, memperkuat digitalisasi
transaksi, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.
Melalui pemanfaatan data dan
kolaborasi yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan diharapkan dapat
memperkuat perencanaan pembangunan yang inklusif, sesuai kebutuhan masyarakat,
dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga. (Ech-Kmf)