DISKOMINFO LAMSEL, Tanjung
Bintang - Desa yang bersih, sehat, dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh
infrastruktur dan lingkungan yang tertata, tetapi juga oleh akhlak masyarakat,
kerukunan antarwarga, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut
menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa HELAU di Lampung Selatan.
Pesan itu disampaikan Bupati
Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Sholawat Bareng
Bupati (Shobat) di Lapangan Kridatama Sakti, Desa Srikaton, Kecamatan Tanjung
Bintang, Selasa malam (13/10/2026).
Dalam sambutannya, Egi
menegaskan bahwa nilai-nilai Islam, termasuk ajaran tentang kebersihan dan
kebaikan terhadap sesama, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat meneladani Rasulullah
SAW, menurutnya, sejalan dengan upaya membangun lingkungan yang sehat sekaligus
kehidupan masyarakat yang harmonis.
Hal itu pula yang menjadi
bagian dari arah pembangunan melalui Program Desa HELAU, salah satu program
unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Program ini tidak hanya
berorientasi pada lingkungan yang asri dan infrastruktur yang memadai, tetapi
juga pada kemandirian ekonomi, kesehatan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai
religius.
“Desa HELAU bukan semata-mata
tentang jalan yang bagus, lingkungan yang bersih, atau rumah-rumah yang tertata
rapi. Desa HELAU juga harus tercermin dari masyarakatnya yang berakhlak baik,
warganya yang rukun, keluarganya yang harmonis, serta kehidupan sosialnya yang
penuh kepedulian,” ujar Egi.
Menurutnya, keberhasilan
pembangunan desa tidak cukup diukur dari perubahan fisik wilayah. Kualitas
hubungan sosial, keharmonisan keluarga, dan kepedulian antarwarga juga menjadi
bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang sejahtera.
Karena itu, Egi mengajak
masyarakat untuk menjaga kerukunan dan membiasakan sikap saling membantu dalam
kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi juga tercermin melalui perilaku yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Ia berharap, pesan yang tumbuh
melalui kegiatan Shobat dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari
menjaga kebersihan lingkungan, menghormati sesama, hingga memperkuat persatuan
di tengah masyarakat.
“Dengan demikian, Desa HELAU
tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga membawa ketenteraman bagi jiwa
dan kebaikan bagi seluruh masyarakatnya,” kata Egi.
Egi juga mengajak jemaah
menjadikan Shobat sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan,
dan mempererat kebersamaan.
Upaya mewujudkan Desa HELAU,
lanjutnya, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti rumah tangga,
masjid, musala, hingga tempat tinggal masing-masing.
Di tengah pesan tentang
penguatan akhlak dan kebersamaan tersebut, kegiatan Shobat juga menghadirkan
kebahagiaan bagi tiga warga Kecamatan Tanjung Bintang yang memperoleh hadiah
umrah dari Bupati Lampung Selatan.
Ketiganya adalah Sutrisno,
Tamadun Qurotul Aini, dan Waqiah. Pemberian hadiah itu menjadi salah satu momen
istimewa dalam kegiatan tersebut.
Lebih dari sekadar pertemuan
untuk bersholawat dan berdoa bersama, Shobat menjadi ruang untuk mempererat
hubungan antara masyarakat sekaligus menguatkan pesan bahwa pembangunan desa
perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Melalui semangat tersebut,
Pemkab Lampung Selatan berharap terwujud desa yang tidak hanya tertata secara
fisik, tetapi juga menghadirkan kehidupan yang religius, rukun, dan nyaman bagi
seluruh warganya. (ptm-Kmf)