DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Sebanyak 412 guru ngaji dan pendidik
agama lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap peran mereka dalam membentuk karakter
generasi penerus.
Dukungan tersebut tidak
berhenti pada pemberian insentif, Pemkab Lampung Selatan juga menyiapkan
penambahan jumlah penerima hingga 50 persen pada 2027.
Komitmen tersebut disampaikan
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat menghadiri Silaturahmi
Rohaniawan dan Pendidik Lintas Agama sekaligus menyerahkan insentif kepada guru
ngaji dan guru lintas agama se-Kabupaten Lampung Selatan di Pendopo Agung Rumah
Dinas Bupati Lampung Selatan, Selasa (6/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati
Egi menyerahkan insentif secara simbolis kepada perwakilan guru ngaji dan guru
lintas agama. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah
terhadap para pendidik lintas agama yang berperan dalam menanamkan nilai agama,
moral, dan karakter kepada generasi muda.
Besaran insentif disesuaikan
dengan kategori penerima dan jumlah bulan pembayaran. Guru ngaji menerima Rp4
juta, sementara pandita umat Buddha dan guru agama umat Hindu masing-masing
Rp3,5 juta. Adapun guru agama umat Buddha, pinandita umat Hindu, pastor umat
Katolik, serta pendeta umat Kristen masing-masing menerima Rp2,5 juta.
Bagi Bupati Egi, dukungan
kepada para pendidik agama tidak semata berkaitan dengan pemberian insentif.
Lebih dari itu, keberadaan mereka menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan
generasi yang memiliki karakter dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai perubahan merupakan
sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan. Karena itu, yang perlu
diperkuat adalah kemampuan setiap individu untuk beradaptasi, sekaligus
membangun karakter generasi sejak dini.
“Untuk menghadapi perubahan zaman yang tidak bisa kita kendalikan, maka yang harus kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Saya melihat generasi masa depan bangsa yang memiliki kontribusi besar, salah satunya adalah guru-guru agama,” ujar Egi.

Menurutnya, pembangunan Lampung
Selatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan
keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk guru agama yang berperan dalam
pendidikan dan pembentukan karakter generasi.
“Saya membutuhkan bapak ibu
semua. Membangun Lampung Selatan menjadi kabupaten yang maju, kedua tangan saya
dan wakil bupati tidak cukup. Saya membutuhkan tangan dan pikiran bapak ibu
untuk bersama-sama membangun Lampung Selatan,” katanya.
Sejalan dengan pandangan
tersebut, Pemkab Lampung Selatan berencana memperluas cakupan penerima insentif
pada tahun anggaran 2027. Dari 412 penerima pada tahun ini, jumlah tersebut
ditargetkan bertambah hingga 50 persen.
Egi belum menyebutkan angka
pasti penambahan penerima. Namun, ia memastikan rencana tersebut menjadi bagian
dari upaya pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih luas kepada guru
ngaji dan pendidik agama lintas agama.
Dukungan terhadap arah
kebijakan tersebut disampaikan perwakilan tokoh agama Lampung Selatan,
Nurhasan. Ia mengatakan Forum Guru Ngaji siap mendukung berbagai program
pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Kami dari Forum Guru Ngaji
akan mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati Lampung Selatan.
Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita Bapak Bupati untuk Lampung Selatan
dapat berjalan dengan baik,” ujar Nurhasan.
Melalui kolaborasi tersebut,
perhatian terhadap guru ngaji dan pendidik lintas agama diharapkan tidak
berhenti pada pemberian insentif, tetapi turut memperkuat peran mereka sebagai
bagian dari upaya membangun generasi Lampung Selatan yang berkarakter dan siap
menghadapi perubahan. (Kmf-lmhr)