DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Kesempatan meningkatkan pendidikan
tanpa harus meninggalkan pekerjaan kini menjadi salah satu opsi yang dijajaki
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Peluang tersebut dibahas dalam
audiensi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, bersama
jajaran Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) di Aula Rajabasa, Kantor
Bupati Lampung Selatan, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan itu, UIMandiri
menawarkan sejumlah program pendidikan kelas nonreguler yang dirancang untuk
mahasiswa yang telah bekerja.
Sistem pembelajaran hybrid menjadi salah satu pilihan yang
memungkinkan kegiatan perkuliahan disesuaikan dengan aktivitas kedinasan.
Supriyanto mengatakan, audiensi
tersebut menjadi bagian dari penjajakan peluang kerja sama di bidang
pendidikan, khususnya untuk membuka akses peningkatan pengetahuan dan
kompetensi bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Ini merupakan ruang bagi para
ASN yang ingin menambah pengetahuan dan meningkatkan kompetensi, baik pada
jenjang D3 maupun S1,” ujar Supriyanto.
Menurutnya, peningkatan
kapasitas aparatur merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas
pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, akses pendidikan
yang dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan menjadi salah satu alternatif
yang dapat dipertimbangkan.
Kesempatan tersebut dinilai
relevan bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan formal, tetapi tetap harus
menjalankan tugas kedinasan.
Dengan pola pembelajaran yang
lebih fleksibel, proses peningkatan kompetensi diharapkan dapat berlangsung
tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.
Sementara itu, Rektor UIMandiri Rustono Farady Marta menjelaskan, kelas nonreguler yang ditawarkan tersedia pada sejumlah program studi, di antaranya S1 Teknik Industri, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan S1 Desain Komunikasi Visual.

Pembelajaran menggunakan sistem
hybrid, dengan kegiatan daring yang
didominasi pada Kamis dan Jumat setelah pukul 17.00 WIB serta Sabtu sebelum
pukul 17.00 WIB.
“Kami ingin menginformasikan
adanya kelas nonreguler di beberapa fakultas, seperti S1 Teknik Industri, S1
PGSD, dan S1 Desain Komunikasi Visual. Metode pembelajarannya secara hybrid,” jelas Rustono.
Ia mengatakan, S1 Teknik
Industri memiliki cakupan keilmuan yang luas sehingga dapat diterapkan pada
berbagai bidang pekerjaan dan sektor industri, termasuk bidang yang berkaitan
dengan peternakan, perikanan, serta sektor lainnya yang dikelola perangkat
daerah.
Selain program sarjana,
UIMandiri menawarkan D3 Bahasa Inggris dengan masa pendidikan tiga tahun.
Program tersebut lebih menitikberatkan pada praktik agar mahasiswa memiliki
kemampuan berbahasa Inggris yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.
“Untuk D3 Bahasa Inggris, kami
ingin membekali mahasiswa agar berani menggunakan bahasa Inggris dan mampu
terhubung dengan dunia internasional,” katanya.
Rustono menyebut, kemampuan
bahasa Inggris semakin dibutuhkan pada berbagai sektor, antara lain pariwisata,
penerbangan, teknologi, dan bidang pekerjaan lainnya yang memiliki
keterhubungan dengan lingkungan internasional.
Untuk kelas nonreguler D3
Bahasa Inggris, biaya pendidikan yang ditawarkan sebesar Rp900 ribu per
semester atau sekitar Rp150 ribu per bulan.
Program tersebut juga tidak
mewajibkan mahasiswa menyusun skripsi. Kegiatan praktik dapat disesuaikan
dengan tempat kerja masing-masing sehingga pembelajaran diharapkan memiliki
keterkaitan langsung dengan kebutuhan pekerjaan.
“Ketika seseorang sudah mahir
berbahasa Inggris, itu menjadi unique
selling point yang dapat memperluas peluang karier. Karena itu, kemampuan
bahasa Inggris tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga diterapkan
secara langsung,” ujar Rustono.
Ia menambahkan, pembelajaran D3
Bahasa Inggris juga diarahkan pada kebutuhan sektor pariwisata dan penerbangan
yang membutuhkan kemampuan komunikasi internasional.
Melalui penjajakan tersebut,
Pemkab Lampung Selatan dan UIMandiri sama-sama melihat peluang pengembangan
kompetensi aparatur melalui akses pendidikan yang lebih fleksibel, dengan tetap
memperhatikan kebutuhan dan aktivitas pekerjaan. (lmhr-Kmf)