DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK)
di Selat Sunda menunjukkan kecenderungan menurun setelah lebih dari dua bulan
berada pada Level III (Siaga).
Kondisi tersebut mendorong
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan
status GAK menjadi Level II (Waspada) mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB.
Meski demikian, penurunan
status tidak berarti seluruh pembatasan keselamatan dicabut. Badan Geologi
tetap melarang masyarakat, wisatawan, maupun pendaki melakukan aktivitas dalam
radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, saat berstatus
Level III (Siaga), radius larangan ditetapkan sejauh 3 kilometer. Penyesuaian
menjadi 2 kilometer dilakukan berdasarkan hasil pemantauan yang menunjukkan
aktivitas vulkanik GAK cenderung menurun hingga 20 September 2026.
Perubahan status tersebut turut
menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD Lampung Selatan terus melakukan
koordinasi sekaligus menyosialisasikan perubahan status dan ketentuan
keselamatan yang masih berlaku kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung
Selatan, Maturidi, menyampaikan bahwa masyarakat tetap diminta berhati-hati
meskipun status aktivitas GAK telah diturunkan.
Imbauan itu terutama ditujukan
kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk wisatawan dan
nelayan.
“Kami tetap mengimbau
masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk berhati-hati serta mengikuti ketentuan
dan arahan yang telah ditetapkan,” ujar Maturidi, Selasa (22/9/2026).
BPBD Lampung Selatan juga
mengingatkan agar penurunan status tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan
batas aman yang telah ditetapkan. Aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari
pusat aktivitas GAK masih dilarang sesuai rekomendasi Badan Geologi.
Berdasarkan laporan Badan
Geologi, penurunan status dilakukan setelah hasil analisis dan evaluasi
menunjukkan adanya kecenderungan penurunan aktivitas vulkanik yang diperkuat
oleh data deformasi berupa deflasi. Pada 20 September 2026 tercatat satu kali
gempa low frequency dan tremor
menerus dengan amplitudo rata-rata sekitar 2 milimeter.
Sebelumnya, GAK berada pada
Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Selama periode tersebut, tercatat 224 kali
erupsi hingga 3 September 2026 serta erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada
4-6 September 2026.
Meski aktivitas vulkanik
menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi
lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta mengikuti informasi resmi dari
Badan Geologi dan BPBD Lampung Selatan. (Nsy)