DISKOMINFO LAMSEL, Tangsel - Pengelolaan data pertanahan dan
perpajakan di Lampung Selatan diarahkan semakin terintegrasi melalui
pemanfaatan teknologi geospasial.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan mereplikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (Sisgita)
yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan bersama Kantor Pertanahan
Kota Tangerang Selatan.
Replikasi inovasi tersebut
menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan membangun basis data yang
lebih akurat, mudah diperbarui, dan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan
potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah itu ditandai dengan
penandatanganan kerja sama replikasi dan pemanfaatan aplikasi Sisgita oleh
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama sejumlah pemerintah daerah lainnya
dengan Pemkot Tangerang Selatan, di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota
Tangerang Selatan, Ciputat, Senin (21/9/2026).
Bupati Radityo Egi Pratama
mengatakan, bagi Lampung Selatan, inovasi tersebut menjadi langkah untuk
memperkuat pengelolaan data sekaligus mengoptimalkan potensi PAD.
“Hari ini saya menandatangani
kerja sama replikasi dan pemanfaatan aplikasi Sisgita bersama sejumlah
pemerintah daerah di Kota Tangerang Selatan,” kata Bupati Egi.
Sisgita merupakan sistem
berbasis Geographic Information System (GIS) yang memadukan data pertanahan dan
perpajakan dalam bentuk informasi spasial.
Melalui sistem ini, objek pajak
dan bidang tanah dapat dipetakan sehingga proses pemutakhiran dan validasi data
dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Salah satu fitur penting dalam
sistem tersebut adalah integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor
Objek Pajak (NOP) PBB-P2.
Integrasi data tersebut dapat
membantu pemerintah memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai keterkaitan
antara bidang tanah dan objek pajak.
Bagi Lampung Selatan, penguatan
basis data menjadi penting untuk mendukung pengelolaan pajak daerah. Data yang
lebih terpadu dapat membantu pemerintah mengidentifikasi dan memetakan potensi
pajak secara lebih akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan
berbasis data.
Kerja sama tersebut juga tidak
semata-mata berkaitan dengan adopsi teknologi. Melalui replikasi Sisgita,
Pemkab Lampung Selatan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman
dengan daerah yang telah mengembangkan sistem tersebut.
Pemanfaatan teknologi
geospasial diharapkan dapat memperkuat tata kelola data pertanahan dan
perpajakan, sekaligus mendukung pelayanan masyarakat yang lebih mudah,
transparan, dan berbasis informasi yang akurat. (Nsy-Kmf)