DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Keberlanjutan pembangunan dan
pelayanan publik di daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya program, tetapi
juga oleh ruang fiskal yang tersedia untuk menjalankannya.
Karena itu, Bupati Lampung
Selatan sekaligus Bendahara Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh
Indonesia (Apkasi), Radityo Egi Pratama, mendorong kebijakan fiskal yang lebih
berkeadilan agar pemerintah kabupaten memiliki ruang gerak yang lebih
proporsional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati
Egi saat mengikuti Rapat Dewan Pengurus Apkasi terkait Keadilan Fiskal Daerah
melalui Zoom Meeting dari Lamban
Rakyat Lampung Selatan, Rabu (16/9/2026).
Forum tersebut membahas
berbagai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah kabupaten, sekaligus
menghimpun pandangan dan aspirasi para kepala daerah sebagai bahan komunikasi
serta rekomendasi Apkasi kepada pemerintah pusat.
Bupati Egi mengatakan, kondisi
fiskal daerah memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pemerintah daerah
dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan.
Pada saat yang sama, tuntutan
masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik dan pembangunan terus meningkat.
“Kita sadar betul bahwa apa
yang kita hadapi hari ini di setiap daerah berdampak signifikan terhadap
realisasi visi dan misi kita sebagai kepala daerah. Karena itu, kita berharap
ada kebijakan fiskal yang mampu memberikan ruang bagi daerah untuk terus
bergerak dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Egi.
Menurutnya, berbagai program
pemerintah pusat telah memberikan manfaat hingga ke tingkat masyarakat. Namun,
pemerintah kabupaten tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan
program pembangunan di tengah keterbatasan kapasitas fiskal masing-masing
daerah.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah melahirkan banyak program yang menyentuh akar rumput. Namun, di sisi lain, kita juga dihadapkan pada tantangan yang relatif tidak ringan. Mudah-mudahan kehadiran kebijakan fiskal yang lebih berkeadilan dapat menjadi harapan baru bagi daerah,” kata Egi.

Ia berharap pembahasan dalam
forum Apkasi dapat menghasilkan rumusan bersama yang memperkuat kapasitas
fiskal pemerintah kabupaten, sehingga pembangunan dan pelayanan masyarakat
dapat terus berjalan secara optimal.
“Harapannya, apa yang menjadi
cita-cita bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing
daerah dapat benar-benar terealisasi ke depan,” tutur Egi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Apkasi Joune James Esau Ganda mengatakan, keadilan fiskal daerah menjadi salah satu pokok penting yang dibahas dalam rapat tersebut.
Menurut Joune, setiap kabupaten
memiliki karakteristik, kebutuhan, kapasitas ekonomi, serta tantangan
pembangunan yang berbeda. Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam
merumuskan kebijakan fiskal nasional agar ruang fiskal daerah dapat disesuaikan
secara proporsional dengan kebutuhan dan tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Pokok utama kita adalah
membahas keadilan fiskal daerah, terutama bagaimana kebijakan fiskal nasional
dapat memberikan ruang yang lebih proporsional bagi daerah dalam menjalankan
kewajiban dan tanggung jawabnya,” ujar Joune.
Hasil pembahasan dan masukan
dari para pengurus Apkasi selanjutnya akan dirumuskan menjadi bahan komunikasi
dan penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian
Keuangan.
Forum tersebut diharapkan
menghasilkan rumusan yang konstruktif sekaligus memperkuat pijakan Apkasi dalam
menyuarakan kepentingan pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.
Turut hadir dalam rapat tersebut
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Inspektur Kabupaten
Lampung Selatan Badruzzaman, Kepala BPKAD Lampung Selatan Rini Ariasih, Kepala
Bagian Kerja Sama Muhammad Ali, serta jajaran terkait lainnya. (lmhr-Kmf)