DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Seminar Nasional Bedah Buku Babad
Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang
berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju
Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di
Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri
RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.
Seminar tersebut mengupas isi
buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade
memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik
pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai
kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Turut hadir sebagai pengulas
buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas
Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan
Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.
Kegiatan dimoderatori Asisten
Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan,
Tri Umaryani.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

Menurut Egi, negara maju tidak
hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan
masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
Ia menilai, buku Babad Alas
menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses
pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan
pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam
buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari
kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi,
dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri
Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan
catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang
berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.
Menurut Bima, ideologi
kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu
menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemimpin adalah agen harapan.
Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui
kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan
kompeten,” kata Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima
Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama
dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya
memperkuat identitas daerah.
Melalui seminar nasional ini,
diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat
menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif,
kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong
Indonesia Emas 2045. (lmhr-Kmf)