DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Kabupaten Lampung Selatan kembali
menjadi pusat perhatian komunitas teknologi nasional.
Road Show Borneo Flasher
Indonesia Tour 2026 Edisi Provinsi Lampung yang digelar di GOR Way Handak,
Kalianda, Sabtu (14/6/2026), sukses menarik sekitar 500 teknisi ponsel dari
berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung maupun luar daerah.
Jumlah peserta tersebut
menjadikan Lampung Selatan sebagai lokasi dengan peserta terbanyak dalam
rangkaian Borneo Flasher Indonesia Tour 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi
salah satu ajang pengembangan kompetensi teknisi ponsel terbesar yang pernah
digelar di Provinsi Lampung.
Acara tersebut dihadiri Wakil
Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, CEO Borneo Flasher Indonesia Rizal
Arsyad Dini, perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hasrul
Baki Hasibuan, Ketua Testpoint DPW Lampung Dwi Wahono, Ketua Panitia Pendi,
serta sejumlah sponsor dan komunitas teknisi dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan Borneo Flasher Indonesia Tour 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut
menjadi ruang yang sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
di bidang teknologi sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku usaha dan
komunitas digital.
“Perkembangan teknologi digital
berlangsung sangat cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif serta
kompeten. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendukung penuh kegiatan
peningkatan kapasitas masyarakat di bidang teknologi dan industri kreatif
digital,” ujar Syaiful.
Ia menambahkan, kegiatan
semacam ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, meningkatkan
profesionalisme teknisi, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang
lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, CEO Borneo
Flasher Indonesia, Rizal Arsyad Dini, mengatakan bahwa Lampung menjadi kota
ketiga yang disinggahi dalam rangkaian Borneo Flasher Indonesia Tour 2026
setelah Palu dan Padang.
Menurut Rizal, tingginya
antusiasme peserta di Lampung menjadi bukti besarnya semangat komunitas teknisi
untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan teknologi.
“Lampung saat ini memegang rekor peserta terbanyak. Alhamdulillah ada sekitar 500 peserta yang terdaftar. Event ini kami buat untuk kembali menyapa teman-teman teknisi di berbagai daerah sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman,” kata Rizal.

Rizal juga mengungkapkan
kebanggaannya terhadap perkembangan Borneo Flasher Schematic yang kini telah
dikenal hingga berbagai negara, mulai dari kawasan Amerika Latin, Timur Tengah
hingga Eropa. Menurutnya, karya anak bangsa di bidang teknologi perlu terus
didukung agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Apresiasi serupa disampaikan
perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hasrul Baki
Hasibuan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas teknisi,
dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya
manusia di sektor teknologi.
“Kami sangat mengapresiasi
kegiatan seperti ini karena mampu melahirkan inovasi lokal dan meningkatkan
rasa percaya diri anak bangsa untuk bersaing di dunia internasional,” ujar
Hasrul.
Selain menghadirkan workshop
dan pelatihan teknologi, kegiatan juga diisi dengan sesi motivasi bisnis,
penguatan jejaring komunitas teknisi, pembagian doorprize, hingga kegiatan
sosial yang ditujukan untuk membantu keluarga teknisi yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut,
Borneo Flasher Indonesia Tour 2026 diharapkan terus menjadi wadah pengembangan
kompetensi teknisi Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri servis
ponsel yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di era digital. (Ech-Kmf)