DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Sorak penonton memenuhi arena Way
Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026). Di antara deru mesin dan kepulan asap
ban yang membakar aspal, ada satu nama yang menyita perhatian publik Lampung
Selatan: Widyya Turro.
Bukan karena ia datang sebagai
unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta
muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift
Series (IDS) 2026, kompetisi drift bergengsi tingkat nasional.
Bagi perempuan muda asal
Kalianda itu, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung pembuktian.
Untuk pertama kalinya, seorang
putri daerah Lampung Selatan mendapat dukungan sponsor untuk turun langsung di
lintasan resmi, beradu kemampuan dengan para drifter nasional yang selama ini
hanya ia lihat dari kejauhan.
“Ini pertama kali saya ikut
lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa
mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.
Sebelum tampil di IDS, Widyya
menjalani latihan intensif selama dua bulan. Setiap sesi latihan ia jalani
dengan satu tekad, membuktikan bahwa pembalap lokal juga layak berdiri sejajar
dengan nama-nama besar di dunia drifting nasional.
Tantangan itu tidak ringan.
Drift bukan sekadar memacu kendaraan cepat, tetapi soal keberanian, presisi,
dan kendali penuh di tengah tekanan.
Namun justru di sanalah Widyya
menemukan gairahnya.
Menariknya, dunia drift
bukanlah arena pertama yang ia kenal.
Widyya sebelumnya lebih akrab
dengan balap drag, lintasan lurus yang menuntut kecepatan murni. Namun sebuah
ajakan untuk mencoba drifting justru mengubah arah perjalanannya.
“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.

Meski baru setahun terjun di
dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku
langsung jatuh cinta pada atmosfer motorsport.
“Memang seseru itu dunia balap
mobil,” ucapnya sambil tersenyum.
Keikutsertaan Widyya di IDS
2026 membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil di lintasan.
Ia menjadi simbol bahwa
Kabupaten Lampung Selatan tidak kekurangan talenta muda, termasuk di cabang
olahraga otomotif yang selama ini kerap didominasi nama-nama besar dari kota
besar.
Di tengah geliat sport tourism yang sedang dibangun
melalui ajang IDS di Way Handak Expo, kehadiran Widyya memberi dimensi baru,
bahwa event nasional ini bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka
ruang lahirnya atlet lokal.
Dan bagi banyak anak muda di Kabupaten
Lampung Selatan, kisah Widyya adalah pesan sederhana namun kuat, mimpi besar bisa
dimulai dari daerah sendiri.
Di lintasan Way Handak, Widyya
mungkin sedang belajar menghadapi lawan-lawan besar. Namun bagi masyarakat Kabupaten
Lampung Selatan, ia sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih penting:
kebanggaan.
Seorang dara muda dari Kalianda
kini berdiri di lintasan nasional, membuktikan bahwa putri daerah pun mampu
melaju kencang, berani, dan percaya diri di panggung Indonesia. (Kmf-ptm)