DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pagi itu, suasana di sekitar Gerbang
Tol Kalianda hingga kawasan Lapangan Expo tampak berbeda.
Di tengah barisan aparatur
sipil negara (ASN) yang sibuk memungut sampah, merapikan taman, dan
membersihkan sisi jalan, terlihat sosok Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi
Pratama, ikut membungkuk mengambil sampah dari pinggir jalan.
Ia tidak berdiri memberi aba-aba
dari kejauhan. Tidak pula hanya melepas peserta lalu kembali ke kantor. Kamis
(21/5/2026) itu, Radityo Egi memilih berada di tengah para pegawainya, ikut
bekerja, berkeringat, dan memberi contoh langsung dalam kegiatan Gerakan
Serentak (Gertak) Hijau, Elok, Lestari, Asri, Unggul (HELAU).
Pemandangan itu menjadi pesan
kuat, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar program pemerintah melalui
Gertak HELAU, melainkan budaya yang harus dibangun bersama, dimulai dari
teladan seorang pemimpin.
“Hari ini kita bersama seluruh perangkat daerah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan kegiatan Gertak HELAU. Ini kegiatan rutin untuk menciptakan suasana lingkungan yang bersih, hijau, elok, lestari, aman, dan unggul,” ujar Bupati Egi di sela kegiatan.

Gertak HELAU sendiri digelar
serentak dengan melibatkan seluruh perangkat daerah. Titik-titik pembersihan
dibagi di sejumlah kawasan strategis, mulai dari area Gerbang Pintu Tol Kalianda
hingga Lapangan Expo Kalianda, wilayah yang menjadi wajah utama ibu kota
kabupaten.
Namun bagi Egi, aksi bersih-bersih
itu bukan hanya soal sapu, kantong sampah, atau taman yang rapi. Lebih dari
itu, kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kesadaran kolektif bahwa wajah
daerah tidak hanya dibentuk oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kebiasaan
masyarakat dalam menjaga ruang hidup bersama.
“Kita ingin lingkungan di
Kabupaten Lampung Selatan ini bisa bersih, tertata rapi, dan indah. Jadi
semuanya bergerak bersama-sama membersihkan lingkungan,” katanya.
Gerakan itu juga, lanjutnya,
menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap program
Presiden Republik Indonesia melalui Gerakan Indonesia Asri, yang menekankan
pentingnya pembangunan berbasis kelestarian lingkungan.
Di sela kegiatan, langkah Egi
tak berhenti pada aksi bersih-bersih. Ia juga menyempatkan diri meninjau
kawasan pedagang di sekitar Gedung Olahraga Way Handak.
Di lokasi itu, ia melihat
langsung dinamika para pedagang kecil yang menggantungkan penghidupan di ruang
publik. Pemerintah daerah, katanya, tidak ingin menertibkan dengan pendekatan
kaku, tetapi melalui penataan yang memberi ruang tumbuh sekaligus menjaga
keteraturan.
“Nanti akan kita siapkan satu
titik lokasi khusus untuk para pedagang supaya lebih tertata. Boleh berjualan,
tapi harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan satu
hal, pembangunan kota bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang
menyeimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat dengan kualitas lingkungan.
Bagi Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan, Gertak HELAU bukan agenda seremonial mingguan. Program ini didorong
menjadi gerakan budaya, menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama
ini menjadi identitas masyarakat Indonesia.
Bupati Egi berharap semangat
itu tidak berhenti di kalangan aparatur pemerintah, melainkan menular ke
seluruh lapisan masyarakat.
“Menjaga kebersihan bukan hanya
tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pesan itu sederhana, tetapi
kuat. Karena terkadang, perubahan besar memang dimulai dari tindakan kecil, seperti
seorang kepala daerah yang memilih turun tangan sendiri, memungut sampah
bersama warganya.
Dan dari aksi sederhana itulah,
wajah baru Kabupaten Lampung Selatan perlahan dibangun, lebih bersih, lebih
tertata, dan lebih berdaya saing. (Kmf-Nsy)