DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Presiden Prabowo Subianto meresmikan
operasional 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara
serentak di seluruh Indonesia, sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi
kerakyatan berbasis desa sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke
tingkat akar rumput.
Salah satu titik yang turut
diresmikan dalam agenda nasional tersebut berada di KDKMP Desa Ruguk, Kecamatan
Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.
Di Kabupaten Lampung Selatan,
peresmian nasional itu diikuti Wakil Bupati M. Syaiful Anwar melalui sambungan
virtual dari KDKMP Desa Ruguk bersama jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan, pemerintah
daerah dan masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Presiden
Prabowo menegaskan bahwa peresmian ribuan koperasi desa tersebut menjadi
tonggak penting dalam membangun kekuatan ekonomi nasional yang dimulai dari
desa.
“Hari ini kita meresmikan 1.061
koperasi desa Merah Putih. Ini adalah langkah besar membangun ekonomi rakyat
dari desa,” ujar Presiden Prabowo.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati
M. Syaiful Anwar menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 260 KDKMP telah
terbentuk di Kabupaten Lampung Selatan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat gotong royong dan keseriusan kita dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, koperasi desa
harus menjadi ruang tumbuh baru bagi masyarakat, mulai dari petani, nelayan,
pelaku UMKM hingga generasi muda, untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal
secara berkelanjutan.
“Kalau desa kuat, masyarakat
akan tenang. Ketika ekonomi bergerak, pembangunan akan tumbuh lebih adil,”
lanjutnya.
Pemkab Lampung Selatan, kata
dia, juga menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program KDKMP
melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan agar koperasi desa mampu berkembang
menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui penguatan Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih tersebut, Pemkab Lampung Selatan optimistis desa-desa
di wilayahnya akan semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing dalam
mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (Nsy)