DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan mulai memperketat gerakan kebersihan lingkungan di seluruh perangkat
daerah sebagai bagian dari penguatan program Gerakan Serentak Hijau Elok Lestari
Asri Unggul (Gertak HELAU).
Program tersebut tidak lagi
diposisikan sekadar sebagai kegiatan bersih-bersih seremonial, melainkan
diarahkan menjadi budaya kerja aparatur yang dilakukan secara rutin, terukur,
dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih,
sehat, hijau, dan bernilai ekonomi.
Penegasan itu disampaikan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin
rapat koordinasi mingguan bersama seluruh kepala perangkat daerah di Aula
Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (11/5/2026). Sementara para
camat mengikuti rapat secara virtual melalui zoom meeting.
Dalam arahannya, Supriyanto
mengapresiasi keterlibatan seluruh perangkat daerah dan kecamatan dalam
pelaksanaan Gertak HELAU yang digelar serentak pada Jumat (8/5/2026).
“Kegiatan gotong royong kemarin
sangat antusias dan ramai diikuti. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam
menjaga lingkungan mulai tumbuh dengan baik. Dan ini akan terus kita pantau,”
ujar Supriyanto.
Menurutnya, Gertak HELAU ke
depan harus berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, tidak hanya fokus pada
kebersihan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek penghijauan dan pengelolaan
sampah yang produktif.
“Kalau bicara HELAU, tentu
bukan hanya bersih, tetapi juga hijau. Kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan
bersih-bersih, berikutnya kita akan melaksanakan penanaman pohon secara
bertahap di area-area yang telah ditentukan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong dan penghijauan nantinya akan dijalankan secara rutin dan terjadwal. Lokasi penanaman maupun jenis tanaman akan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, sementara kebutuhan bibit akan disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Tak hanya itu, Supriyanto juga
menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sejumlah desa di Lampung Selatan mulai menunjukkan inovasi dengan
mengembangkan bank sampah serta memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai
jual.
“Saya mendapat informasi ada
desa yang sudah mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
Ini yang harus kita dorong bersama agar tidak berhenti hanya pada mengumpulkan
atau membakar sampah,” tegasnya.
Ia berharap, ke depan
pengelolaan sampah dapat menghasilkan berbagai produk bermanfaat seperti
kerajinan hingga pupuk cair, sehingga mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Kalau ini berkembang, maka
persoalan sampah bukan hanya selesai dari sisi kebersihan, tetapi juga bisa
memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat,” lanjutnya.
Untuk memperluas dampak program
tersebut, Supriyanto meminta seluruh camat aktif memonitor sekaligus mendorong
desa-desa yang telah memulai inovasi pengelolaan sampah agar menjadi contoh
bagi wilayah lainnya.
“Kalau memang ada desa yang
sudah berhasil, silakan desa lain belajar dan studi banding. Kita ingin gerakan
ini berkembang di seluruh desa yang ada di Lampung Selatan,” tandasnya.
Melalui Gertak HELAU, Pemkab
Lampung Selatan menargetkan lahirnya budaya gotong royong yang kuat,
meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuhnya ekonomi masyarakat
berbasis pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Nsy-Kmf)