DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan mulai menyusun langkah strategis untuk memastikan program Makan Bergizi
Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi kantong masyarakat desa.
Melalui Satuan Tugas MBG, Pemkab
kini tengah mematangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Ekonomi Desa
(LED) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil agar
penyediaan bahan pangan lokal tidak hanya sekadar memenuhi piring generasi
muda, tetapi juga menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput
secara berkesinambungan.
Asisten Bidang Ekonomi dan
Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri
Umaryani, mengungkapkan bahwa potensi perputaran uang dalam program ini sangat
fantastis.
Berdasarkan data teknis,
aktivitas penyediaan gizi di Lampung Selatan diprediksi menghasilkan perputaran
ekonomi lebih dari Rp4 miliar per hari atau mencapai Rp116 miliar per bulan.
"Jika dikalkulasikan
secara tahunan, potensinya mencapai Rp1,3 triliun. Nilai ini hampir setara
dengan separuh APBD Kabupaten Lampung Selatan," ujar Tri Umaryani saat
memimpin Rapat Koordinasi di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Rabu
(6/5/2026).
Tri menegaskan, Bupati Lampung
Selatan sangat berharap angka triliunan rupiah tersebut tidak "lari"
ke luar daerah, melainkan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui
pemberdayaan rumah tangga dan penguatan lembaga ekonomi desa.
Sesuai mandat Badan Gizi
Nasional (BGN), SPPG diarahkan untuk menjalin kemitraan erat dengan unit
ekonomi lokal yang telah divalidasi, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Kemitraan ini dirancang agar seluruh
rantai pasok bahan pangan, mulai dari beras, sayuran, hingga sumber protein, bersumber
dari potensi lokal.
Dengan begitu, uang yang
beredar tetap berputar di lingkup desa, yang secara otomatis meningkatkan
kesejahteraan petani dan pengrajin pangan setempat.
Sebagai salah satu daerah pilot project nasional, Lampung Selatan
menunjukkan kesiapan infrastruktur yang signifikan. Hingga saat ini, jumlah
SPPG di wilayah tersebut terus bertambah melampaui target awal yang ditetapkan.
Melalui sinergi antara
pemerintah daerah dan lembaga ekonomi desa, program nasional ini diharapkan
menjadi tonggak ganda bagi Lampung Selatan, mencetak generasi yang sehat
sekaligus membangun kemandirian ekonomi desa yang kokoh. (Kmf-Gil)