DISKOMINFO LAMSEL, Penengahan - Lampung Selatan semakin menguat
sebagai daerah strategis dalam program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah
Putih (KDKMP).
Hal itu ditandai dari kunjungan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) yang meninjau
pembangunan koperasi di Desa Kampung Baru, Kecamatan Penengahan, Sabtu
(2/5/2026), untuk memastikan kesiapan peluncuran nasional 18 Mei 2026.
Kunjungan tersebut menjadi
bagian dari langkah pemerintah pusat dalam memastikan kesiapan daerah,
khususnya di luar Pulau Jawa, menjelang peluncuran nasional Koperasi Merah
Putih yang akan digelar serentak di 15 titik di Pulau Jawa.
Untuk wilayah luar Jawa,
Provinsi Lampung ditetapkan sebagai salah satu lokasi utama, dengan kontribusi
titik terbanyak berada di Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam kunjungan itu, Zulkifli
Hasan didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso, Bupati Lampung Selatan
Radityo Egi Pratama, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Mochammad Nuril
Ambiyah, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto.
Dandim 0421/Lampung Selatan
Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah mengungkapkan, progres pembangunan KDKMP di
wilayahnya menunjukkan capaian yang signifikan.
“Secara capaian di luar Pulau
Jawa, khususnya di Sumatra, Lampung Selatan saat ini berada pada posisi ketiga.
Kami optimistis dalam waktu dekat dapat meningkatkan posisi tersebut,” ujar
Letkol Kav Nuril saat menyampaikan laporan.
Ia menambahkan, pembangunan
koperasi dilakukan dengan pendekatan padat karya yang melibatkan tenaga kerja
lokal, sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah bersama Forkopimda, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk menyukseskan program tersebut agar Kabupaten Lampung Selatan mampu berkontribusi hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Zulhas
memberikan apresiasi terhadap keterlibatan TNI, khususnya para Babinsa, yang
dinilai berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan.
“Saya mengucapkan terima kasih
kepada TNI yang telah menjadi pahlawan pembangunan Indonesia, khususnya para
Babinsa yang terlibat langsung di lapangan,” kata Zulhas.
Ia menjelaskan, Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang
tidak hanya menampung hasil produksi masyarakat, tetapi juga memperluas
distribusinya ke berbagai daerah di Indonesia.
“Koperasi ini akan menjadi
motor penggerak ekonomi desa, yang menampung hasil bumi masyarakat untuk
kemudian didistribusikan secara lebih luas,” tambahnya.
Selain itu, koperasi ini juga
akan berfungsi sebagai kanal penyaluran bantuan pemerintah, seperti Program
Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras 10 kilogram, serta bantuan tunai
Rp300.000, yang dilengkapi mekanisme verifikasi agar tepat sasaran.
Untuk mendukung akses
permodalan, koperasi juga akan dilengkapi layanan keuangan BRILink dengan bunga
pinjaman yang relatif rendah, sekitar 6 persen, guna membantu pelaku UMKM di
desa.
Tak hanya itu, operasional
koperasi juga akan diperkuat dengan fasilitas transportasi berupa satu unit
truk besar, satu unit kendaraan pick up, serta dua unit becak motor (bentor)
guna menunjang distribusi hingga ke wilayah pedesaan dan persawahan.
“Ini merupakan bagian dari
upaya bersama dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Indonesia, dan akan
menjadi catatan penting dalam pembangunan nasional,” tutup Zulhas. (Kmf-lmhr)