DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan melalui Tim Penggerak PKK
menggelar Diseminasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi) dalam
rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di
Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (23/4/2026).
Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas
Generasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga,
khususnya ibu, dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan
teknologi digital.
Peserta yang hadir terdiri dari
pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan
Organisasi Wanita, guru Bimbingan Konseling (BK), Forum Anak, hingga PGRI di
Kabupaten Lampung Selatan.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten
Lampung Selatan, Rheny Apriyani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan
langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak di era digital.
Menurutnya, arus informasi yang
begitu cepat tidak semuanya sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dalam
keluarga.
“Ini adalah upaya strategis
dalam memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak di era digital. Kita
dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak semuanya positif,” ujar
Rheny.
Ia menambahkan, ibu memiliki
peran sentral sebagai pendamping, pengarah, sekaligus pelindung anak di tengah
perkembangan teknologi.
“Teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain membawa ancaman seperti perundungan siber. Peran ibu yang cerdas digital sangat penting untuk melindungi dan mengarahkan anak,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati
Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar, menyampaikan bahwa semangat perjuangan
R.A. Kartini harus terus relevan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam
menghadapi era digital.
“Jika dulu Kartini menulis
surat untuk memperjuangkan mimpi, kini surat itu telah berubah menjadi ketikan
di layar ponsel. Tugas kita memastikan arus digital menjadi berkah, bukan
musibah,” kata Syaiful.
Ia juga menyoroti semakin
kompleksnya tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, mulai dari perundungan
di sekolah hingga ancaman di dunia maya, termasuk maraknya judi online.
“Bahkan bukan hanya anak-anak,
orang dewasa pun banyak yang terjebak judi online. Karena itu ibu harus menjadi
benteng utama keluarga, memantau aktivitas digital anak dan hadir sebagai
sahabat sekaligus pelindung,” tegasnya.
Syaiful berharap, peringatan
Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu melahirkan
perempuan-perempuan tangguh yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kartini modern harus hadir di
setiap rumah, menjaga anak-anak dari derasnya arus informasi yang tidak
terbatas,” kata Syaiful. (ptm)