DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Suara ombak yang berirama di Pantai
Semukuk Indah, Desa Pauh Tanjung Iman, Kalianda, menjadi saksi penghormatan
bagi 13 perempuan hebat Lampung Selatan yang telah mengabdikan diri di berbagai
bidang.
Pada puncak peringatan Hari
Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (21/4/2025), mereka dinobatkan
sebagai “Wanita Helau” sebuah
penghargaan atas kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Momentum ini bukan sekadar
seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan secara khusus
memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan terpilih yang dinilai mampu
menghadirkan dampak konkret, mulai dari sektor pemerintahan, UMKM, pendidikan,
hingga jurnalistik.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan, Nessi Yunita, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi acara di kawasan pantai bukan tanpa alasan. Selain memperingati semangat perjuangan R.A. Kartini, kegiatan ini juga menjadi strategi untuk mengangkat potensi pariwisata daerah.

“Kami mengusung tema ‘Semangat
Kartini: Inspirasi Lintas Generasi’. Dengan merayakan di alam terbuka, kami
ingin semangat ini menyatu dengan upaya memajukan pariwisata Lampung Selatan
menuju terwujudnya Desa Helau,” ujar Nessi.
Peringatan Hari Kartini kali
ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam
pembangunan daerah.
“Hari ini, kita merayakan napas
perjuangan Ibu Bangsa, Raden Ajeng Kartini. Saya ucapkan Selamat Hari Kartini
untuk perempuan-perempuan hebat,” kata Syaiful.
Sementara itu, Bupati Lampung
Selatan, Radityo Egi Pratama, turut menyapa melalui sambungan virtual. Dalam
pesannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak ekonomi,
khususnya di tingkat keluarga dan komunitas.
“Jadikan Hari Kartini ini
sebagai titik balik kemajuan ekonomi lokal. Saya mohon maaf tidak dapat hadir
secara fisik, namun hati saya ada bersama kalian semua. Maju perempuannya,
Helau desanya,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan
penyerahan penghargaan kepada 13 perempuan inspiratif dari berbagai bidang.
Mereka menjadi representasi sosok Kartini masa kini yang berkiprah nyata di
tengah masyarakat.
Di bidang pemerintahan,
penghargaan diberikan kepada Camat Palas Ns. Rosalina, S.Kep., M.Kep. Sementara
itu, di sektor jurnalistik, Diastuti, Fitriana, dan Roslaini mendapat sorotan
atas kontribusi mereka dalam menyuarakan informasi publik.
Dari sektor UMKM, Yusmala Dewi,
S.Sos., Rupiani, dan Iis Nurmayanti dinilai berhasil menggerakkan roda ekonomi
lokal. Pada bidang akademisi, Mustika Wulandari, S.Pd., dan Nurrohmah Aini,
S.Pd.Gr turut menerima penghargaan atas dedikasi mereka di dunia pendidikan.
Peran komunitas diwakili oleh Iis Friyanti Nengsih, S.Pd., dan Ina Yatti, S.Psi., M.Psi. Adapun di ranah digital, Putri Lailawati dan Rulia Irvana dinobatkan sebagai influencer yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain penghargaan individu,
peringatan Hari Kartini tahun ini juga mencatat capaian membanggakan di tingkat
nasional. TK IT Al Mumtaza berhasil meraih penghargaan Ruang Bermain Ramah Anak
(RBRA) dari Kementerian PPPA RI, memperkuat komitmen Lampung Selatan dalam
menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Tak hanya itu, penghargaan juga
diberikan kepada tiga pemenang terbaik dalam Parade Peserta serta tiga pemenang
dengan penampilan Kebaya Nasional terbaik.
Pada kategori Parade terbaik,
juara pertama diraih oleh Bappeda, disusul BPKAD di posisi kedua, serta Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan di posisi ketiga.
Untuk kategori Kebaya Nasional
terbaik, juara pertama diraih Agus Restuni (Badan Pertanahan Nasional), juara
kedua diraih Yuliana (Kecamatan Sidomulyo), dan juara ketiga diraih Eni
Nurdiana (Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan).
Lebih dari sekadar penghargaan,
momentum ini menjadi refleksi bahwa semangat Kartini terus hidup dalam berbagai
peran perempuan masa kini. Dari ruang kelas hingga pasar, dari layar digital
hingga ruang birokrasi, mereka adalah penggerak perubahan yang membawa Lampung
Selatan melangkah maju. (Kmf-Gil)