DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan
silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu,
yang digelar di Aula Pendopo, Lamban Rakyat Lampung Selatan, Kamis (9/4/2026).
Momentum ini menjadi istimewa
karena perayaan Nyepi tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci
Ramadan, mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri
langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Ketua TP PKK Zita
Anjani, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto
besreta Ketua DPW Ratna Yanuana.
Turut hadir juga, Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
Erdiyansyah, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah.
Ketua Parisada Hindu Dharma
Indonesia (PHDI) Lampung Selatan, Made Sugriwa, menyampaikan apresiasi atas
perhatian pemerintah daerah terhadap umat Hindu.
Ia menilai kehadiran pemerintah
dalam kegiatan keagamaan menjadi bukti nyata inklusivitas dalam pembangunan
daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah menjadi bukti bahwa umat Hindu diakui dan menjadi bagian dari pembangunan Lampung Selatan,” ujarnya.

Made Sugriwa juga menyoroti
tema Nyepi tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,
Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial
saat ini.
“Momentum Nyepi yang beriringan
dengan Ramadan menunjukkan indahnya toleransi dan harmonisasi antarumat
beragama di Lampung Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lampung
Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari
Raya Nyepi kepada umat Hindu, sekaligus menegaskan makna Dharma Santi sebagai
ruang rekonsiliasi sosial.
“Dharma Santi adalah jembatan hati, manifestasi ajaran luhur untuk merajut kembali persaudaraan,” kata Egi.

Ia juga mengapresiasi
masyarakat Bali di Lampung Selatan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan
antara modernitas dan nilai tradisi.
“Saya bangga melihat masyarakat
Bali yang mandiri, pekerja keras, dan tetap teguh memegang adat istiadat.
Inilah kekuatan kita, modernitas dalam bingkai tradisi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Egi menekankan
pentingnya pelestarian seni dan budaya Bali sebagai bagian dari kekayaan daerah
sekaligus potensi pengembangan sektor pariwisata.
“Teruslah melestarikan seni dan
budaya. Jangan biarkan identitas budaya luntur. Seni budaya Bali adalah
kekuatan karakter dan daya tarik wisata Lampung Selatan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Egi
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sebagai fondasi
utama pembangunan daerah.
“Kemajuan tidak hanya
ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat. Mari kita
perkuat persatuan demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Kegiatan Dharma Santi ini
diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarumat beragama, meningkatkan
kerukunan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan
masyarakat Lampung Selatan. (lmhr-Kmf)