DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan terus memperkuat arah perencanaan pembangunan dengan menggandeng
kalangan akademisi, guna memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya
matang secara konsep, tetapi juga berdampak nyata di masyarakat.
Langkah tersebut ditandai
melalui rapat pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan dan Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sumatera (Itera), yang
digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (7/4/2026).
Rapat dipimpin Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung
Selatan, M. Darmawan, serta dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan,
Hukum dan Politik Anasrullah, Kepala Bagian Kerja Sama Muhammad Ali, Kepala
Bagian Tata Pemerintahan Setiawansyah dan sejumlah perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Darmawan
menegaskan pentingnya penyempurnaan substansi kerja sama agar implementasinya
berjalan efektif dan memberi manfaat konkret.
“Hari ini kita membahas draft PKS. Kami harapkan saran dan masukan dari seluruh pihak agar kesepakatan yang dihasilkan benar-benar dapat diimplementasikan secara optimal,” ujarnya.

Kerja sama tersebut dirancang
mencakup berbagai sektor strategis, meliputi pendidikan dan pengajaran,
penelitian dan pengembangan, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi
ini juga membuka ruang untuk kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan Tridharma
Perguruan Tinggi sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, Kepala LPPM
Itera, Muhammad Fatikul Arif, menekankan pentingnya realisasi program sebagai hasil
dari kerja sama tersebut.
Ia berharap sinergi yang
dibangun tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan mampu
menghadirkan program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapannya tahun ini sudah ada
kegiatan riil sebagai output peningkatan sumber daya manusia di masyarakat,”
kata Fatikul.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab
Lampung Selatan menargetkan lahirnya perencanaan pembangunan yang lebih
berbasis data dan riset, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya
manusia sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (ptm-Kmf)