DISKOMINFO LAMSEL, Penengahan - Di hadapan sekitar 1.500 guru,
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya kemampuan
adaptasi bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan global yang kian
cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan
(AI).
Pesan itu disampaikan Egi saat
menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk How to Be Great Teacher yang digelar di Aula SMA Kebangsaan,
Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (2/4/2026).
Menurut Egi, kemajuan teknologi
telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan. Namun, ia menekankan bahwa
peran guru tidak bisa tergantikan sepenuhnya oleh mesin.
“Transfer informasi saat ini dapat dilakukan oleh teknologi, tetapi inspirasi hanya bisa diberikan oleh jiwa seorang guru,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa
perubahan global tidak hanya terjadi di tingkat pusat atau kota besar, tetapi
turut berdampak hingga ke daerah, termasuk wilayah pedesaan.
“Meskipun kita berada di desa,
perubahan global tetap mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat,” kata Egi.
Dalam forum yang diikuti guru
dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten
Lampung Selatan tersebut, Egi mendorong para pendidik untuk terus memperluas
wawasan dan tidak berhenti mengikuti perkembangan zaman.
“Kita tidak boleh berhenti
membuka cakrawala terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi. Dunia
memang sedang mengalami pergeseran peradaban,” lanjutnya.
Ia juga mengajak para guru
untuk menjadikan tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan
hambatan.
“Jika ingin menjadi besar, kita harus melalui proses, termasuk menghadapi tantangan sebagai bagian dari adaptasi,” jelasnya.

Seminar yang mengusung tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu
Menginspirasi” itu turut menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga pendidik
di tengah dinamika pendidikan global.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab
Lampung Selatan juga memberikan apresiasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam
Indonesia (PMII) Lampung Selatan yang berkolaborasi dengan Komunitas Teacher
Preneur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Egi menilai, keterlibatan
organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan
kualitas pendidikan di daerah.
“Kami mengapresiasi peran
organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui
kegiatan yang mendorong kapasitas tenaga pengajar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para guru
diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta memperkuat peran strategis
mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi. (lmhr-Kmf)