DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Sebanyak 986 mahasiswa Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjung Karang (Poltekkes Tanjung Karang) akan
diterjunkan langsung ke 25 desa di Kecamatan Sidomulyo dan Katibung, Kabupaten
Lampung Selatan, mulai 5 April 2026. Kehadiran ratusan mahasiswa lintas jurusan
ini diharapkan menjadi energi baru dalam mempercepat berbagai program kesehatan
daerah.
Program bertajuk Praktik
Kolaborasi Semua Jurusan tersebut tidak hanya menjadi ajang pembelajaran
lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk bersinergi dengan program
prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.
Rencana pelaksanaan kegiatan
itu terungkap dalam audiensi antara Pemkab Lampung Selatan dan Poltekkes
Tanjung Karang di ruang Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setdakab Lampung Selatan, Kamis (26/3/2026).
Dari pihak Pemkab, hadir
Sekretaris Daerah Supriyanto didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto,
perwakilan BRIDA, serta Bagian Kerja Sama.
Sementara itu, dari Poltekkes Tanjung Karang hadir Wakil Direktur I Ns. Martini Fairus, M.Sc., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Gustop Amatiria, S.Kp., M.Kes., beserta jajaran.

Kepala Pusat Pengembangan
Pendidikan Poltekkes Tanjung Karang, Gustop Amatiria menjelaskan, kegiatan ini
akan melibatkan seluruh jurusan yang ada di Poltekkes Tanjung Karang dalam satu
skema kolaboratif di lapangan.
“Persiapan dimulai 30 Maret
hingga 4 April. Kemudian pelaksanaan di desa dimulai 5 April sampai 22 April
2026, atau sekitar 17 hari penuh di lokasi,” jelas Gustop.
Ia menambahkan, untuk tahap
awal, kegiatan difokuskan di dua kecamatan, yakni Sidomulyo dan Katibung,
dengan total 25 desa sebagai lokus intervensi.
“Untuk tahun ini kita mulai
dari dua kecamatan dulu. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan diperluas,”
katanya.
Sementara itu, Asisten Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan,
menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia menilai, kehadiran mahasiswa dapat menjadi katalis dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan kesehatan di daerah.

Menurut Darmawan, kolaborasi
ini diharapkan dapat terintegrasi dengan program-program strategis Pemkab
Lampung Selatan, seperti penanganan stunting, open source testing, zero
dose, serta program kesehatan lainnya.
“Keberadaan mahasiswa ini kita
harapkan bisa membantu percepatan penanganan masalah kesehatan di Lampung
Selatan,” ujar Darmawan.
Tak hanya itu, Darmawan juga
menekankan pentingnya peran edukasi kepada masyarakat selama kegiatan
berlangsung.
“Mereka juga diharapkan bisa
memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di desa, sehingga kesadaran dan
derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.
Dengan skala yang cukup besar
dan melibatkan lintas disiplin ilmu kesehatan, program ini diharapkan tidak
hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan
dampak nyata bagi masyarakat di tingkat desa. (Mhr)