DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya
Idulfitri 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan
ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui
koordinasi lintas pemerintah sekaligus pemantauan langsung kondisi harga di
pasar tradisional.
Pada Senin (16/3/2026), Pemkab
Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang
diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara virtual melalui aplikasi Zoom
Meeting. Rapat tersebut diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung
Selatan dari ruang Kepala Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat.
Dalam pemaparan pada rakor
tersebut, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik
(BPS) RI, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi pada Maret tercatat
mengalami kenaikan sebesar 1,65 persen, sementara secara kumulatif sepanjang
tahun 2026 hingga Februari berada di angka 0,68 persen.
Menurut Ateng, kelompok
komoditas makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama
inflasi, terutama pada periode Ramadan.
“Beberapa komoditas yang
memberikan andil terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras,
beras, serta sejumlah bahan pangan lainnya,” ujar Ateng.
Selain itu, dari kelompok non-makanan, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan dan sigaret kretek.

Berdasarkan perkembangan Indeks
Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu kedua Maret, tercatat 25 provinsi mengalami
kenaikan harga, sementara 13 provinsi lainnya mengalami penurunan.
Kenaikan harga tertinggi terjadi di Jakarta dengan angka mencapai 2,85 persen, dengan komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan antara lain cabai rawit, daging sapi, telur ayam ras, serta daging ayam ras.
Sementara itu, Sekretaris
Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam arahannya meminta
pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi
harga komoditas di pasar.
“Kita harus turun ke pasar untuk mengecek kembali harga-harga yang ada. Bandingkan dengan daerah tetangga. Jika di daerah lain tidak mengalami kenaikan, maka harus segera dicek penyebabnya,” ujar Tomsi.

Menindaklanjuti arahan
tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga melakukan pemantauan
langsung harga pangan di sejumlah pasar tradisional.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melakukan pemantauan harga sekaligus mengecek ketersediaan pasokan pangan di Pasar Natar, sementara Wakil Bupati M. Syaiful Anwar melakukan sidak serupa di Pasar Sidomulyo, Senin (16/3/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan
untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga selama bulan
Ramadan serta menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain itu, pemerintah daerah
juga memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia sehingga tidak
terjadi gejolak harga di pasar. (ptm)