DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan mendorong percepatan penyerapan anggaran Tahun Anggaran 2026 dengan
memperkuat sistem pelaporan kinerja perangkat daerah melalui aplikasi Sistem
Informasi Administrasi Pembangunan (SI ABANG).
Upaya tersebut dibahas dalam
rapat akselerasi penyerapan anggaran yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor
Bupati Lampung Selatan, Kamis (12/3/2026). Rapat diikuti perwakilan seluruh perangkat
daerah guna memastikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan berjalan
sesuai rencana.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan
Setda Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengatakan pelaporan kegiatan
perangkat daerah saat ini telah terintegrasi melalui aplikasi SI ABANG sebagai
sarana memantau progres pembangunan daerah secara berkala.
Menurutnya, pelaporan kegiatan
Tahun Anggaran 2026 sebenarnya sudah mulai berjalan sehingga setiap perangkat
daerah diminta secara rutin menginput realisasi kegiatan melalui sistem
tersebut.
“Kami mengharapkan dukungan dan
komitmen dari seluruh perangkat daerah. Setiap bulan, maksimal tanggal 10,
wajib menginput laporan realisasi kegiatan di aplikasi SI ABANG,” ujar Tri.
Namun demikian, Tri menegaskan
bahwa pengisian laporan tidak hanya sebatas memasukkan data realisasi kegiatan.
Perangkat daerah juga diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program,
apakah telah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan, perencanaan program pembangunan daerah harus selaras dengan visi dan misi Bupati Lampung Selatan serta prioritas pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang tepat, diharapkan realisasi program pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Dalam sistem tersebut, progres
kinerja perangkat daerah akan dipantau setiap bulan. Sementara itu, evaluasi
kinerja penyerapan anggaran akan dilakukan setiap triwulan melalui rapat bersama
Bupati Lampung Selatan.
Untuk mempermudah pemantauan,
aplikasi SI ABANG juga dilengkapi indikator warna sebagai penanda capaian
kinerja. Warna merah menunjukkan realisasi jauh dari rencana, kuning menandakan
mulai terjadi deviasi, sedangkan hijau berarti realisasi telah sesuai dengan
target yang ditetapkan.
Selain itu, Tri juga
mengungkapkan bahwa pada Musrenbang Kabupaten 2026 terdapat sejumlah perangkat
daerah yang dinilai memiliki kualitas perencanaan terbaik. Inspektorat
menempati peringkat pertama, disusul Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di
posisi kedua, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di peringkat ketiga.
Pada akhir tahun anggaran
nanti, lanjut Tri, pemerintah daerah juga akan melakukan penilaian menyeluruh
terhadap kinerja perangkat daerah yang dituangkan dalam bentuk “rapor kinerja”.
Penilaian tersebut diharapkan
menjadi perhatian bagi seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program dan
penyerapan anggaran dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami berharap setiap perangkat
daerah memiliki komitmen terhadap pengisian laporan ini. Selain itu, pergantian
operator sebaiknya tidak terlalu sering agar pelaporan dapat berjalan konsisten
dan akurat,” kata Tri. (ptm)