DISKOMINFO LAMSEL, Natar - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi
Pratama, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan
secara merata di 17 kecamatan.
Namun, ia menekankan bahwa
pemerataan bukan berarti pembagian anggaran secara sama rata, melainkan
disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, luas daerah, serta jumlah penduduk.
Penegasan tersebut disampaikan
Bupati Egi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027
titik ke-16 di Kecamatan Natar yang digelar di Aula Balai Desa Candimas, Jumat
(13/2/2026).
Dalam forum strategis untuk menyerap
aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Egi sekaligus membantah anggapan bahwa
Kecamatan Natar menjadi “anak tiri”
pembangunan.
Ia memaparkan data alokasi
anggaran Tahun 2025 yang menunjukkan Kecamatan Natar menerima anggaran fisik
sebesar Rp45 miliar, terbesar dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten
Lampung Selatan.
“Bagaimana mungkin disebut anak
tiri, kalau anggarannya paling besar se-Kabupaten Lampung Selatan. Ruas
jalannya paling banyak, panjang jalan yang dibangun juga paling tinggi,”
tegasnya.
Sepanjang tahun 2025,
pemerintah daerah merealisasikan 26 lokasi pembangunan ruas jalan di Natar
dengan total panjang 17,5 kilometer. Selain itu, pembangunan lima jembatan,
tiga drainase, 10 titik sanitasi dan air minum, 13 kegiatan sumber daya air,
serta normalisasi dan pembangunan embung juga dilaksanakan di wilayah tersebut.
Menurutnya, konsep pemerataan
pembangunan yang diterapkan pemerintah daerah mengedepankan asas keadilan
berbasis kebutuhan. Kecamatan dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar,
seperti Natar, memerlukan alokasi pembangunan yang lebih besar agar pelayanan
publik berjalan optimal.
“Semua kecamatan dapat
pembangunan jalan dan perbaikan sekolah. Itulah pemerataan yang adil, sesuai
kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama,
Bupati Egi juga memaparkan capaian makro pembangunan Lampung Selatan Tahun 2025
yang menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,62 persen, angka kemiskinan turun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 73,10.

Ia mengajak masyarakat melihat pembangunan secara objektif dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak berdasar. Menurutnya, Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan yang tepat sasaran untuk tahun 2027.
Bupati Egi juga menyoroti
posisi strategis Kecamatan Natar yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar
Lampung serta menjadi akses menuju Bandara Radin Inten II. Karena itu, ia
mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui penguatan Gerakan
Desa Helau dengan semangat Asri, Bersih, Rapih, Indah serta Bersih, Kering, dan
Wangi.
Sementara itu, Camat Natar, Eko
Irawan, menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan tahun 2027, di
antaranya rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jalan, pembangunan Mal
Pelayanan Publik mini, perbaikan sekolah, normalisasi embung dan sungai,
bantuan sektor pertanian, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan keluarga
berencana.
Musrenbang tersebut menjadi
ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan arah
pembangunan berjalan merata, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah
Lampung Selatan. (Nsy-Kmf)