DISKOMINFO LAMSEL, Jati Agung - Rangkaian Musyawarah Rencana
Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2027 resmi berakhir.
Kecamatan Jati Agung menjadi
titik pamungkas forum perencanaan tahunan yang berfungsi menyerap aspirasi
masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
Musrenbang ke-17 tersebut
digelar di Balai Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung dan dibuka Wakil Bupati (Wabup)
Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.
Dalam sambutannya, ia
menegaskan arah pengembangan Kecamatan Jati Agung sebagai wilayah perdesaan
strategis yang tetap mempertahankan basis pertanian, namun diperkuat dengan
sektor pariwisata berbasis potensi desa.
Menurutnya, konsep pembangunan
yang diusung menitikberatkan pada agrowisata dan experience based tourism. Model ini mengintegrasikan aktivitas
pertanian aktif, proses budidaya masyarakat, serta dinamika sosial ekonomi desa
sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu
menciptakan kesejahteraan masyarakat secara inklusif, adaptif, dan berorientasi
jangka panjang.
“Integrasi sektor pertanian,
pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi landasan utama
dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jati Agung secara inklusif, adaptif,
dan berorientasi jangka panjang,” kata Wabup Syaiful.
Sementara itu, Camat Jati Agung
Rizwan Effendi memaparkan capaian pembangunan tahun 2025, khususnya di sektor
infrastruktur. Sepanjang tahun tersebut, pemerintah kecamatan telah
merealisasikan pembangunan 21 ruas jalan, 7 jembatan, 10 drainase, 6 sarana
sanitasi, 7 sarana sumber daya air, serta 5 jalan tanggap darurat.
Dari sisi ekonomi, Jati Agung memiliki potensi UMKM yang cukup berkembang, mulai dari produksi tahu, tempe, aneka keripik, budidaya jamur, pembuatan sabun cuci piring hingga sulam usus tapis yang tergabung dalam Komunitas UMKM Jati Agung (KOMUJA).

Selain itu, sektor pariwisata
juga menunjukkan pertumbuhan dengan keberadaan sejumlah destinasi unggulan
seperti taman rekreasi air dan wisata tematik desa yang mendukung penguatan
ekonomi lokal.
Untuk rencana pembangunan tahun
2027, Kecamatan Jati Agung mengusulkan sejumlah prioritas, antara lain
pembangunan pagar kantor kecamatan, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan,
pengadaan alat fogging, perbaikan sekolah, normalisasi embung dan sungai.
“Kemudian bantuan sumur bor
pertanian, bantuan rumah tidak layak huni, serta pengadaan vaksin anti rabies
dan PMK,” ujar Rizwan Effendi.
Melalui Musrenbang RKPD 2027
ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya memperkuat
sinergi lintas sektor guna membangun rantai nilai ekonomi pedesaan yang lebih
kokoh. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha, membuka
lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara
berkelanjutan di Kecamatan Jati Agung. (lmhr-Kmf)