DISKOMINFO LAMSEL, Penengahan - Bupati Lampung Selatan Radityo Egi
Pratama menegaskan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas utama
pembangunan daerah dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Penegasan itu disampaikan saat
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Penengahan yang
digelar di Balai Desa Pisang, Kamis (12/2/2026).
Musrenbang yang merupakan titik
ke-15 rangkaian pembahasan RKPD 2027 tingkat kecamatan itu dihadiri kepala
perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh
kepala desa se-Kecamatan Penengahan.
Dalam arahannya, Bupati Egi
menekankan bahwa kemajuan daerah tidak dapat bertumpu pada pemerintah saja,
melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya,
keterlibatan tokoh adat, pemuda, dan warga menjadi kunci agar Lampung Selatan
berkembang menjadi destinasi yang diminati wisatawan.
“Dua tangan bupati dan wakil
bupati tidak akan cukup untuk merangkul Kabupaten Lampung Selatan yang luas
ini. Kita harus bergandengan tangan agar daerah ini menjadi tujuan yang diminati
untuk dikunjungi,” ujar Egi.
Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan wisata memiliki efek langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur sekaligus membangun ekosistem yang produktif dan kondusif bagi pertumbuhan sektor pariwisata.
Sepanjang 2025, Pemerintah
Kabupaten Lampung Selatan membangun jalan sepanjang 270,9 kilometer, meningkat
tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 42,41 kilometer. Selain itu,
sebanyak 38 unit jembatan dibangun dalam kurun 10 bulan serta alokasi Rp38
miliar digelontorkan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Upaya tersebut berdampak pada
sejumlah indikator makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tercatat
4,62 persen atau lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Lampung.
Angka kemiskinan menurun
menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,67 persen,
dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,10 pada 2025.
“Apakah ini sudah selesai?
Belum. PR kita masih banyak. Tapi ini bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi
membuahkan hasil,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati
Egi juga meluncurkan penguatan dua program daerah, yakni Desa Helau serta
Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi), sebagai komitmen menciptakan
lingkungan yang bersih, nyaman, serta ramah investasi.
Sementara itu, Camat Penengahan
Hermawan memaparkan realisasi pembangunan 2025 yang bersumber dari APBN dan
APBD dengan total serapan anggaran mencapai Rp52.175.867.157. Ia menyebut
sejumlah ruas jalan strategis telah direkonstruksi dan ditingkatkan untuk
mendukung sektor ekonomi, pertanian, perkebunan, dan pendidikan.
Hermawan juga menyampaikan usulan
prioritas pembangunan 2026-2027, antara lain lanjutan peningkatan jalan
strategis, pembangunan talud dan drainase, rehabilitasi jaringan irigasi, serta
penguatan sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.
Selain itu, berbagai inovasi daerah terus didorong, seperti Bugisa untuk percepatan penurunan stunting, Bank Dewa sebagai konsep destinasi lingkar desa wisata, Kopi Penengahan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan UMKM unggulan dan potensi tanaman hias Way Kalam.
Pada kesempatan tersebut,
Bupati Egi juga menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya sarana olahraga
berupa bola dan jaring futsal, benih ikan dan pakan, hibah traktor roda dua
kepada Kelompok Tani Karya Bakti, serta traktor roda empat dari Bendahara Umum
BPP HIPMI Reynald Bryan kepada Poktan Cinta Damai 2 Desa Penengahan.
Bupati Egi berharap Musrenbang
tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk
memastikan setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi
masyarakat.
“Kita ingin Penengahan ini
bersih, tertata, dan menjadi destinasi yang membanggakan. Jika orang datang dan
merasa nyaman, mereka akan kembali dan membawa cerita baik tentang Lampung Selatan,”
katanya. (Nsy-Kmf)