DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan bersama Kodim 0421/Lampung Selatan menggelar karya bakti pembersihan
fasilitas umum dan sungai di kawasan Dermaga Bom Kalianda, Rabu (11/2).
Kegiatan tersebut menjadi
implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan Korve pembersihan lingkungan sekaligus
penguatan Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di daerah setempat.
Aksi gotong royong diawali
dengan apel bersama yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi
Pratama, serta dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dan unsur Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kegiatan ini melibatkan
berbagai elemen, mulai dari Polres Lampung Selatan, Satpol PP, Damkar,
perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.
Ratusan peserta kemudian
bergerak membersihkan sampah di area fasilitas umum dan aliran sungai di
sekitar Dermaga Bom, yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat
pesisir Kalianda.
Dalam arahannya, Bupati Egi
menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk
komitmen nyata dalam menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan
daerah.
“Pagi ini kita tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi menegaskan komitmen menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan menjaga masa depan Lampung Selatan. Kepedulian tidak menunggu perintah, dan aksi nyata lebih kuat daripada sekadar wacana,” ujarnya.
Bupati Egi juga menyampaikan
apresiasi kepada Kodim 0421/LS dan Polres Lampung Selatan yang dinilai
konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan,
tetapi juga mendukung pembangunan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi antara
pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Forkopimda merupakan kekuatan strategis dalam
membangun disiplin kolektif terhadap kebersihan serta memperkuat budaya gotong
royong di masyarakat.
Ia menambahkan, kawasan sungai
dan dermaga memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat
pesisir. Lingkungan yang bersih, kata dia, akan berdampak langsung pada
kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah.
“Kalau lingkungannya bersih,
ekonomi bergerak, kesehatan terjaga, dan martabat daerah meningkat. Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi
cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Egi
berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan budaya baru di tengah masyarakat,
yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan, budaya peduli lingkungan, serta
semangat gotong royong yang berkelanjutan.
Kegiatan karya bakti ini
diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk mewujudkan Lampung Selatan
yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan Zero Waste yang konsisten
serta terintegrasi di berbagai sektor. (Nsy-Kmf)