DISKOMINFO LAMSEL, Ketapang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan memperingati Isra Mikraj 1447 Hijriah di Masjid Jami Al Asiam, Desa
Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Rabu (4/2/2026).
Momentum keagamaan tersebut
dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat sinergi antara pembangunan spiritual
masyarakat dan perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Lampung Selatan, Radityo
Egi Pratama, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya
menjadikan nilai-nilai Isra Mikraj sebagai landasan moral dalam kehidupan
bermasyarakat sekaligus dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di hadapan ratusan jemaah, Bupati
Egi menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah perjalanan
Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang keimanan,
kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Isra Mikraj adalah ujian
keimanan sekaligus anugerah besar dari Allah SWT. Inti dari peristiwa ini
adalah perintah salat, yang menjadi tiang agama dan sumber kekuatan bagi umat
Islam,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan daerah
tidak cukup hanya mengandalkan aspek fisik semata, tetapi juga harus ditopang
kekuatan mental dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, peran ulama dan
tokoh agama dinilai penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan.
Oleh karena itu, Bupati Egi
mengajak alim ulama dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam proses
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang sedang berlangsung.
Menurutnya, Musrenbang RKPD
bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan instrumen strategis untuk
menyerap aspirasi masyarakat dan merumuskan program prioritas yang berdampak
nyata.
“Kami menyusun program berdasarkan skala prioritas dan kemampuan daerah. Setiap program harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan dapat dijalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat
untuk menyampaikan usulan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, mulai
dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Lebih jauh, Bupati Egi
menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan
fisik seperti beton dan aspal, tetapi juga dari kualitas moral serta spiritual
masyarakat.
“Pembangunan yang berhasil
adalah pembangunan yang lahir dari aspirasi rakyat dan diberkahi doa para
ulama,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati Egi
berharap momentum Isra Mikraj dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan
ketakwaan masyarakat Lampung Selatan menjelang bulan suci Ramadan. Ia optimistis
kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan membawa daerah tersebut
menjadi wilayah yang religius, maju, dan sejahtera.
Peringatan Isra Mikraj tersebut
dihadiri kepala perangkat daerah, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta
warga Kecamatan Ketapang. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
(Nsy-Kmf)