DISKMINFO LAMSEL, Penengahan - Ribuan warga memadati Lapangan Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Selasa malam (10/2/2026), dalam kegiatan Sholawat Bareng Bupati (Shobat) yang kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

Selain menjadi ruang spiritual masyarakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi pembangunan desa berbasis nilai keagamaan dan potensi lokal.

Kegiatan sholawat menghadirkan penceramah Almukarom KH. Ahmad Rafiq Udin yang juga merupakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin itu, menambah kekhidmatan suasana yang diikuti masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Penengahan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, para pejabat utama dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Penengahan.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menyampaikan bahwa Shobat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar bersama untuk menata hati dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat maupun pemerintahan.

“Marilah kita basahi lisan dengan sholawat, menghidupkan sunah, serta meneladani kejujuran, amanah, kecerdasan, dan keteladanan Rasulullah SAW yang harus kita terjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Syaiful.


Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya bergantung pada kerja pemerintah daerah semata. Menurutnya, kemajuan daerah merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, disertai doa serta bimbingan para ulama dan tokoh agama.

“Terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama atas nasihat, kritik konstruktif, serta doa yang senantiasa dipanjatkan demi kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” ucapnya.

Momentum Shobat juga dimanfaatkan Wabup Syaiful untuk mengajak para kepala desa di Kecamatan Penengahan memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Ia mendorong desa menggali dan mengembangkan potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, UMKM, budaya, hingga kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.

“Pemerintah daerah siap mendukung dan memfasilitasi. Mari kita bangun desa tidak hanya maju secara materi, tetapi juga menjadi desa yang berakhlakul karimah, teduh, dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Syaiful berharap rangkaian sholawat yang dilantunkan mampu menjadi pembersih hati dan penguat iman masyarakat, sekaligus bekal spiritual dalam menghadapi berbagai momentum keagamaan serta dinamika kehidupan sosial ke depan. (lmhr-Kmf)