DISKOMINFO LAMSEL, Way Panji - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi
Pratama, menegaskan arah pembangunan daerah ke depan harus bertumpu pada
penguatan potensi desa sebagai basis utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan
Egi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka
menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kecamatan Way
Panji, Jumat (6/2/2026).
Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan
Way Panji yang digelar di Gedung Olahraga Desa Sidoreno tersebut merupakan
titik kesembilan pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan.
Kegiatan ini dihadiri
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, anggota DPRD Lampung
Selatan Dapil II, jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh
adat, tokoh masyarakat, serta para kepala desa se-Kecamatan Way Panji.
Dalam forum perencanaan tahunan
tersebut, Bupati Egi menekankan bahwa pembangunan Lampung Selatan tidak lagi bersifat
seragam, melainkan menyesuaikan karakter dan potensi masing-masing desa.
Ia menyebut, tema pembangunan
daerah tahun 2027 difokuskan pada percepatan pembangunan pariwisata
berkelanjutan berbasis potensi desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap desa memiliki keunikan
yang bisa dikembangkan. Pembangunan harus dimulai dari desa, karena ketika
potensi lokal dikelola dengan baik, kesejahteraan masyarakat akan tumbuh secara
alami dan berkelanjutan,” ujar Egi.
Menurutnya, desa tidak boleh hanya
menjadi penerima program pembangunan, tetapi harus berkembang sebagai pusat
aktivitas ekonomi produktif.
Potensi pertanian, UMKM, serta
aktivitas masyarakat desa perlu diintegrasikan agar memberikan nilai tambah
nyata bagi ekonomi lokal.
Secara khusus, Bupati Egi
menilai Kecamatan Way Panji memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat
dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi
juga sebagai daya tarik pariwisata berbasis desa.
Model pengembangan tersebut diharapkan mampu memperluas peluang ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain aspek ekonomi, Bupati Egi
juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga
kebersihan lingkungan sebagai fondasi pembangunan desa yang produktif dan
berdaya saing. Ia mengajak masyarakat menerapkan semangat Desa Helau dengan lingkungan yang bersih, rapi, dan indah.
“Desa yang bersih mencerminkan karakter masyarakatnya. Kebersihan harus menjadi budaya, bukan sekadar program,” tegasnya.
Bupati Egi berharap seluruh
usulan pembangunan yang dihasilkan dalam forum Musrenbang benar-benar berangkat
dari kebutuhan masyarakat desa, selaras dengan arah kebijakan daerah, serta
mampu memperkuat potensi lokal secara berkelanjutan.
Sementara itu, Camat Way Panji,
Raden Permata Marga, menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat setempat masih
menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Karena itu, pembangunan
infrastruktur dan penguatan sektor pertanian menjadi kebutuhan utama guna
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Way Panji dikenal sebagai
salah satu lumbung pangan Kabupaten Lampung Selatan dengan luas baku sawah
mencapai 1.830 hektare pada tahun 2025,” Raden Permata Marga.
Lebih lanjut ia menyampaikan, berbagai
program peningkatan pertanian telah dilakukan, mulai dari optimalisasi lahan
seluas 139 hektare, bantuan 15 titik sumur sibel di Desa Sidoharjo, bantuan
alat dan mesin pertanian untuk brigade pangan, hingga bantuan benih padi seluas
500 hektare di Desa Sidoharjo dan Sidomakmur.
Selain pertanian, pemerintah
juga mendorong penguatan sektor peternakan dan perikanan melalui penyaluran
bantuan ternak kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani, serta bantuan
sarana pendukung bagi kelompok pengawas dan pembudidaya ikan di wilayah
Balinuraga.
Dalam forum tersebut turut
disampaikan capaian pembangunan fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten
Lampung Selatan tahun 2025 dengan total anggaran Rp6,43 miliar, meliputi
rekonstruksi jalan, pembangunan drainase, SPAM desa, serta peningkatan jalan
lingkungan.
Adapun rencana pembangunan
infrastruktur desa tahun 2027 di Kecamatan Way Panji difokuskan pada
normalisasi DAS, rekonstruksi jalan poros antar desa, serta peningkatan jalan
lingkungan di sejumlah wilayah. (Nsy-Kmf)