DISKOMINFO LAMSEL, Way Sulan - Kecamatan Way Sulan mengusulkan
lanjutan peningkatan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam
Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2027.
Usulan tersebut difokuskan pada
peningkatan kualitas ruas jalan strategis guna memperkuat konektivitas
antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Usulan prioritas itu mengemuka
dalam Musrenbang RKPD 2027 tingkat kecamatan yang digelar di Aula GSG Desa
Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan titik
ketujuh rangkaian Musrenbang kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.
Camat Way Sulan, Fitri Hidayat,
menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama
masyarakat, meskipun berbagai program telah direalisasikan pada tahun
sebelumnya.
Ia menyebut, sepanjang 2025, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan telah melaksanakan 25 kegiatan infrastruktur
di wilayah Kecamatan Way Sulan dengan total pagu anggaran mencapai Rp15,49
miliar dari APBD.
“Di antaranya peningkatan ruas
jalan Karang Pucung-Sumber Agung, Karang Pucung-Karang Anom (Lampung Timur),
Pamulihan-Ngesti Karya (Lampung Timur), serta Lebung Sari-Sumber Agung. Selain
itu juga pembangunan gorong-gorong, drainase, SPAM, dan JIAT,” ujar Fitri dalam
paparannya.
Selain sektor infrastruktur,
pembangunan tahun 2025 juga menyasar bidang pendidikan melalui rehabilitasi
sejumlah sekolah dasar dengan total anggaran Rp2,39 miliar yang bersumber dari
APBD dan APBN. Bantuan tersebut diberikan kepada SD Purwodadi, SD Talang Way
Sulan, SDN 1 Karang Pucung, SD Sumber Agung, dan SD Sumber Pamulihan.
Di sektor pertanian, pemerintah
menyalurkan bantuan sarana produksi berupa traktor roda dua dan roda empat,
serta program rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dan jalan usaha tani
(JUT). Sementara pada sektor peternakan, kelompok ternak menerima bantuan sumur
bor beserta sarana pendukung serta pengembangan ternak sapi potong.
Adapun pada bidang kesehatan, layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) telah diterapkan di 8 desa di Kecamatan Way Sulan, yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat mulai dari bayi hingga lansia. Total dana pembangunan desa pada tahun 2025 juga mencapai Rp11,78 miliar yang bersumber dari ADD, Dana Desa, dan DBH pajak.

Untuk perencanaan pembangunan tahun 2027, Kecamatan Way Sulan mengusulkan peningkatan jalan hingga hotmix atau rigid beton pada sejumlah ruas strategis, seperti Karang Pucung-Sumber Agung, Lebung Sari-Sumber Agung, Pamulihan-Ngesti Karya, Karang Pucung-Karang Anom, serta sejumlah ruas penghubung antar desa lainnya.
Wakil Bupati Lampung Selatan,
M. Syaiful Anwar, menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan proses penting
dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang harus berangkat dari kebutuhan
nyata masyarakat. Ia menekankan agar prioritas pembangunan tetap menyentuh
sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan dasar.
“Perencanaan pembangunan harus
realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Musrenbang ini
bukan formalitas, tetapi komitmen bersama untuk memastikan pembangunan berjalan
tepat sasaran,” tegasnya.
Tema pembangunan Kabupaten
Lampung Selatan Tahun 2027 sendiri mengusung Percepatan Pembangunan Pariwisata
Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat.
Melalui Musrenbang tersebut,
diharapkan usulan prioritas Kecamatan Way Sulan, khususnya peningkatan kualitas
infrastruktur jalan sebagai penunjang aktivitas sosial dan ekonomi, dapat
terakomodasi secara optimal.
Pada kesempatan itu, juga
diserahkan bantuan hibah alat pemipil jagung kepada Kelompok Tani Wonosari Desa
Sukamaju serta bantuan benih ikan dan pakan sebagai bentuk dukungan terhadap
penguatan sektor pertanian dan perikanan masyarakat. (Nsy-Kmf)