DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan,
dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan, Tri
Umaryani, menegaskan bahwa pelayanan publik harus berorientasi pada dampak
nyata bagi masyarakat, bukan sekadar serapan anggaran dan rutinitas administratif.
Pesan tersebut disampaikan Tri
Umaryani saat memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan
Korpri, Kalianda, Senin (26/1/2026).
Apel rutin pada pekan terakhir
Januari 2026 itu diikuti jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah,
pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab
Lampung Selatan, baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.
Menyampaikan amanat Bupati
Lampung Selatan, Tri Umaryani menekankan bahwa apel mingguan tidak boleh hanya
menjadi rutinitas administratif, tetapi harus menjadi ruang refleksi bersama
atas kualitas pengabdian ASN kepada masyarakat.
“Apel pagi ini harus menjadi
ruang refleksi, sudah sejauh mana energi, komitmen, dan keberpihakan kerja kita
benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, menjadi ASN
tidak cukup hanya hadir tepat waktu, mengenakan seragam lengkap, dan
menyelesaikan tugas sesuai jam kerja. Menurutnya, tantangan birokrasi yang
semakin kompleks dan harapan publik yang kian tinggi menuntut etos kerja yang
kuat, disiplin yang konsisten, serta mental melayani yang kokoh.
“Disiplin bukan soal takut pada aturan, tetapi kesadaran bahwa setiap tugas yang kita jalankan berdampak langsung pada kehidupan orang lain,” tegas Tri Umaryani.

Memasuki awal tahun anggaran
2026, Tri Umaryani menyebut fase ini sebagai periode krusial bagi seluruh
perangkat daerah. Program telah direncanakan, anggaran telah ditetapkan, dan
target kinerja sudah ditentukan, sehingga seluruh perangkat daerah dituntut
untuk bergerak cepat dan terarah sejak awal tahun.
Ia menegaskan tidak ingin pola
kerja yang lambat di awal tahun lalu tergesa-gesa di akhir, maupun anggaran
besar yang tidak menghasilkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Setiap perangkat daerah,
katanya, harus bekerja dengan logika hasil (outcome
based), bukan sekadar mengejar serapan anggaran.
“Pelayanan publik harus makin
cepat, makin ramah, makin solutif. Hilangkan pola kerja berbelit-belit, pangkas
ego sektoral. Yang kita layani bukan atasan, bukan sistem, tetapi masyarakat
Lampung Selatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada perangkat daerah yang bekerja sendiri dan tidak ada jabatan yang paling penting. Keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di Lampung Selatan merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pemerintahan.
“Mari kita bekerja dengan
semangat yang sama, tujuan yang sama, dan keberanian untuk berubah ke arah yang
lebih baik. Jadikan apel mingguan ini sebagai momentum memperbaiki cara kerja,
memperkuat komitmen, dan mempertegas arah pengabdian,” kata Tri Umaryani
menutup amanatnya. (dul)