DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tahun 2025 sekaligus persiapan tugas Satuan Tugas MBG Tahun 2026 yang dipimpin
langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara daring, Selasa
(20/1/2026).
Rapat tersebut diikuti Wakil
Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, bersama unsur Forkopimda, kepala
perangkat daerah terkait, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lampung
Selatan dari Aula Krakatau, kantor bupati setempat.
Dalam arahannya, Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas kolaborasi
pemerintah daerah dan seluruh pihak dalam menyukseskan pelaksanaan Program MBG
sepanjang 2025. Ia menegaskan, MBG merupakan program prioritas nasional yang
membutuhkan dukungan dan pengawalan bersama hingga ke tingkat daerah.
“Ini merupakan program
prioritas Presiden Republik Indonesia yang menjadi kewajiban kita bersama untuk
mendukung dan mengawal pelaksanaannya,” ujar Gubernur Mirza.
Gubernur Mirza menekankan bahwa
Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga
berdampak strategis terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,
penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta
penguatan ekonomi masyarakat.
Saat ini, Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan MBG terbesar secara nasional, dengan 919 dapur aktif dan penerima manfaat sekitar 2,3 juta jiwa. Dampak program tersebut dirasakan luas, tidak hanya oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat sekitar melalui perputaran ekonomi lokal.

Memasuki tahun 2026, Gubernur
Lampung menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG,
khususnya dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur.
Ia meminta agar dapur yang belum memenuhi standar nasional segera ditingkatkan
kualitasnya.
Selain itu, pengawasan
pelaksanaan MBG diminta untuk terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor,
termasuk antara SPPG, TNI, dan unsur terkait lainnya, guna memastikan kualitas
makanan, kebersihan, serta tata kelola dapur tetap terjaga.
Gubernur Mirza juga menegaskan
bahwa MBG diharapkan mampu mendorong ekonomi inklusif dengan membuka peluang
kerja yang luas.
Setiap dapur MBG dinilai
berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga turut menekan
angka kemiskinan dan menggerakkan perekonomian daerah.
Melalui keikutsertaan dalam
rapat evaluasi ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus
mendukung dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari
upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat pembangunan
sumber daya manusia di daerah. (Nsy-Kmf)