DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi
Pratama menegaskan bahwa jabatan yang tinggi tidak boleh menjauhkan pejabat
dari semangat melayani masyarakat dengan rendah hati.
Pesan tersebut disampaikan
kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik, sebagai
pengingat bahwa amanah jabatan harus dijalankan dengan integritas, keteladanan,
dan orientasi pelayanan publik.
Pesan Bupati tersebut
disampaikan melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, saat memimpin apel mingguan Pemerintah
Kabupaten Lampung Selatan, di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (12/1/2026).
“Ingatlah, jabatan boleh
tinggi, tetapi pelayanan harus tetap rendah hati,” ujar Darmawan selaku Pembina
Apel saat membacakan amanat Bupati.
Apel mingguan yang merupakan
apel kedua di bulan Januari 2026 itu diikuti jajaran pejabat utama, kepala
perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh
Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu.
Dalam amanatnya, Bupati Egi
menekankan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan publik, khususnya bagi
pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik pada 6 Januari 2026 lalu.
Para pejabat diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, membangun kolaborasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan kebijakan yang solutif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Selain itu, Darmawan kembali
menegaskan nilai dasar yang harus menjadi karakter seluruh ASN Lampung Selatan,
yakni menjadi pegawai dan pejabat yang “BETIK”.
BETIK merupakan akronim dari
Bersih dalam niat dan tindakan, disiplin dalam waktu dan tanggung jawab, serta melayani
dengan sepenuh hati kepada masyarakat.
“Nilai BETIK ini harus kita
tanamkan dalam diri, kita praktikkan setiap hari hingga menjadi kebiasaan dan
budaya kerja. Inilah jati diri ASN Lampung Selatan dalam memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut,
Darmawan juga kembali menegaskan arah pembangunan Kabupaten Lampung Selatan
yang harus bermuara pada keberhasilan Program Agroeduwisata.
Ia menekankan bahwa
pengembangan agroeduwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua
perangkat daerah, melainkan kewajiban bersama seluruh organisasi perangkat
daerah.
“Saya tidak ingin lagi
mendengar alasan bahwa pariwisata hanya urusan Dinas Pariwisata atau pertanian
hanya urusan Dinas Pertanian. Semua perangkat daerah wajib memiliki mindset agroeduwisata,” katanya.
Ia pun meminta seluruh
perangkat daerah menyinkronkan program kerja serta membangun ekosistem wisata
berbasis potensi alam, edukasi, pertanian, budaya, dan kearifan lokal.
“Jika kita bergerak bersama,
Lampung Selatan tidak hanya maju, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing
yang kuat, serta semakin dikenal baik secara nasional maupun mancanegara,” kata
Darmawan. (Nsy-Kmf)