DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya dan mengembangkan
sektor pariwisata berbasis kearifan lokal melalui penyaluran bantuan dana hibah
kepada masyarakat adat, sanggar seni, sekolah, dan Kelompok Sadar Wisata
(Pokdarwis).
Bantuan tersebut diserahkan
secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kepada
perwakilan Marga Dantaran, Marga Legun, Marga Rajabasa, Keratuan Darah Putih,
Keratuan Menangsi, sanggar seni, satuan pendidikan, serta sejumlah Pokdarwis,
di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (23/12/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati,
menjelaskan bahwa pemberian hibah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan
urusan pemerintahan daerah di bidang kebudayaan dan pariwisata.
“Pemberian hibah ini bertujuan untuk mendukung pelestarian adat istiadat dan cagar budaya, penguatan kelembagaan seni, peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata, serta peningkatan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, hibah juga
diarahkan untuk mendukung promosi destinasi wisata melalui pemanfaatan media
sosial, penyediaan sarana pendukung kebersihan, serta peningkatan kenyamanan
kawasan wisata.
Sementara itu, Bupati Lampung
Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat
adat dan pegiat seni yang selama ini konsisten menjaga dan merawat warisan
budaya di tengah derasnya arus budaya luar.
“Terima kasih karena telah
menjaga warisan leluhur kita. Ini adalah tugas mulia, memastikan generasi
mendatang tetap mengenal dan mencintai adat istiadat serta kebudayaannya,” kata
Bupati Egi.
Ia menegaskan bahwa bantuan
hibah tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah,
meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan tingginya aspirasi
masyarakat.
“Mohon jangan dilihat dari
besarnya nominal, tetapi dari manfaat yang bisa dirasakan. Hibah ini adalah
simbol kasih sayang dan komitmen kami agar budaya tetap hidup, seni terus
berkembang, dan pariwisata Lampung Selatan semakin maju,” ujarnya.
Bupati Egi juga mendorong keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata yang berlandaskan budaya dan kearifan lokal.

Adapun bantuan hibah yang
disalurkan meliputi pemugaran Lamban Balak Keratuan Darah Putih senilai Rp50
juta, pemugaran Anjungan Makam Radin Inten II senilai Rp65 juta, dan pemugaran
Makam Keratuan Menangsi senilai Rp40,65 juta.
Kemudian hibah pakaian adat dan uang tunai kepada Keratuan Menangsi, Marga Dantaran, Marga Legun, dan Marga Rajabasa.
Selain itu, pemerintah daerah
juga menyalurkan hibah alat musik tradisional kepada sanggar seni di Kecamatan
Way Sulan dan Penengahan, bantuan pakaian tari kepada beberapa sekolah dan
sanggar seni, serta bantuan perangkat pendukung pariwisata seperti smartphone,
tablet, televisi, dan mesin potong rumput kepada sejumlah Pokdarwis.
Melalui penyaluran hibah
tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pelestarian budaya,
penguatan seni tradisional, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat
dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi
kesejahteraan masyarakat. (lmhr-Kmf)