DISKOINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan
pesisir guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Menindaklanjuti instruksi
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) bersama sejumlah pemangku kepentingan turun langsung ke lapangan
untuk memeriksa kondisi tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi,
hingga titik kumpul masyarakat di kawasan rawan bencana.
Pengecekan dilakukan pada
Selasa (8/9/2026) di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa dengan melibatkan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri,
serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan
seluruh perangkat pendukung evakuasi berada dalam kondisi siap digunakan
apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
"Untuk di Kelurahan Kalianda,
Kecamatan Kalianda semua unsur terpenuhi. Destana (Desa Tangguh Bencana) ada,
jalur evakuasinya ada, titik kumpulnya ada, tempat pengungsiannya ada, tower
tsunami ada dan berfungsi dengan baik," ujar Maturidi.
Selain Kalianda, pengecekan
juga difokuskan di Kecamatan Rajabasa yang meliputi Desa Banding, Desa Sukaraja,
dan Desa Way Muli Induk.
Menurut Maturidi, Desa Banding dan Way Muli Induk telah memiliki seluruh komponen kesiapsiagaan yang diperlukan, mulai dari kepengurusan Destana, jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, hingga tower peringatan dini tsunami yang berfungsi dengan baik.

Sementara itu, hasil
pemeriksaan di Desa Sukaraja menemukan adanya kendala pada sistem tower
peringatan dini tsunami yang perlu segera ditindaklanjuti.
"Dari empat lokasi yang
menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah.
Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, dia berfungsi,
tetapi di lokasi tidak berfungsi. Ini segera kita laporkan ke pusat," kata
Maturidi.
Ia menjelaskan, temuan tersebut
justru menunjukkan pentingnya kegiatan pengecekan berkala agar setiap perangkat
mitigasi dapat diketahui kondisi riilnya di lapangan dan segera diperbaiki
apabila ditemukan kendala.
Menurutnya, keberadaan sirene
peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau,
serta kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban
apabila terjadi bencana.
Melalui upaya tersebut, Pemkab
Lampung Selatan terus memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di
wilayah pesisir. Dengan optimalisasi sistem peringatan dini serta peningkatan
kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan daerah tidak berhenti pada pemantauan
aktivitas Gunung Anak Krakatau semata, tetapi juga memastikan seluruh perangkat
evakuasi dan perlindungan warga dapat berfungsi secara maksimal ketika
dibutuhkan. (Kmf)