DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan memasuki fase penting untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah
(PAD) Triwulan III Tahun Anggaran 2026.
Hingga 31 Agustus 2026,
realisasi pajak daerah baru mencapai 70,95 persen, sementara retribusi daerah berada
di angka 59,78 persen dari target tahapan 75 persen.
Dengan waktu yang tersisa
hingga akhir September, Pemkab Lampung Selatan mendorong seluruh perangkat
daerah untuk mempercepat optimalisasi berbagai sumber penerimaan agar target
PAD dapat tercapai sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten
Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan capaian PAD pada akhir Triwulan III
atau 30 September 2026 ditargetkan mencapai 75 persen.
Artinya, dari sisi pajak daerah
masih terdapat selisih sekitar lima persen yang harus dikejar dalam waktu
kurang dari satu bulan.
Hal tersebut disampaikan
Supriyanto saat memimpin Rapat Optimalisasi Target PAD Triwulan III, Perubahan
Target PAD Pajak dan Retribusi Tahun Anggaran 2026 serta Revisi Penyusunan
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (4/9/2026).
“Kita masih punya waktu maksimal
25 hari di bulan September untuk mengejar sekitar lima persen agar target
Triwulan III terpenuhi. Saya kira ini bukan sesuatu yang sulit, tetapi harus
kita kejar bersama agar beban di Triwulan IV tidak semakin berat,” tegas
Supriyanto.
Menurutnya, percepatan PAD
tidak dapat hanya mengandalkan satu perangkat daerah. Seluruh perangkat daerah
yang memiliki potensi penerimaan, baik dari sektor pajak maupun retribusi,
perlu bergerak bersama untuk mengoptimalkan sumber pendapatan yang tersedia.
“Ini menjadi tanggung jawab
kita bersama. Karena PAD merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung
pembangunan daerah, maka setiap potensi pendapatan harus kita optimalkan,”
ujarnya.
Sementara pada sektor retribusi, pekerjaan yang harus dilakukan masih lebih besar. Realisasi hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai 59,78 persen, atau masih sekitar 15 persen di bawah target tahapan Triwulan III sebesar 75 persen.

Supriyanto meminta perangkat
daerah pengampu retribusi tidak hanya mengejar angka capaian, tetapi juga
memetakan kembali potensi penerimaan yang masih dapat dioptimalkan hingga akhir
tahun.
“Untuk seluruh perangkat daerah, saya minta fokus melihat potensi-potensi ke depan yang dapat meningkatkan retribusi. Ada perangkat daerah tertentu yang masih bisa berlari lebih kencang karena kontribusinya cukup besar terhadap PAD dan dapat mendorong peningkatan persentase secara keseluruhan,” katanya.
Di tengah upaya mengejar
capaian tersebut, Supriyanto juga memberikan apresiasi kepada perangkat daerah
yang selama ini menjadi kontributor penerimaan daerah.
Ia menyebut mereka sebagai “pahlawan-pahlawan pendapatan” karena
memiliki peran penting dalam menopang PAD Lampung Selatan.
Perangkat daerah yang disebut
antara lain Dinas Kesehatan, RSUD Bob Bazar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Perikanan,
Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi, serta Sekretariat Daerah.
Selain perangkat daerah, peran
Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga dinilai penting dalam memastikan potensi
penerimaan di lapangan dapat tergali dan terkawal dengan baik.
Supriyanto meminta UPT tidak
sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi ujung tombak dalam
mendorong peningkatan penerimaan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih
kepada BPPRD dan seluruh teman-teman UPT. Seluruh pemangku kepentingan juga
harus bekerja keras. UPT sekarang harus menjadi kaki yang kuat, bukan lagi kaki
yang layu, tetapi menjadi motor penggerak bagi pencapaian pendapatan di Kabupaten
Lampung Selatan,” tuturnya.
Ia menegaskan, optimalisasi PAD
menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan pemerintah daerah membiayai
pembangunan. Karena itu, setiap tahapan pencapaian perlu dikawal secara
bersama-sama agar tidak menumpuk menjadi beban pada Triwulan IV.
“Ini menjadi bagian yang
menentukan. Kita harus memastikan PAD kita bisa tercapai pada waktunya. Karena
itu, setiap tahapan harus kita kawal bersama dan seluruh perangkat daerah harus
saling mendukung,” kata Supriyanto.
Rapat tersebut turut dihadiri
Asisten Bidang Administrasi Umum Edy Firnandi, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan
Wahidin Amin, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani, Asisten
Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhamad Darmawan, Kepala Badan
Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Iwan Chandra Gautama, serta sejumlah
perangkat daerah terkait. (Kmf-lmhr)