DISKOMINFO
LAMSEL, Kalianda - Sebanyak 18 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional
(PKN) Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2026 menjadikan Kabupaten Lampung Selatan
sebagai ruang belajar langsung untuk melihat bagaimana pemerintah daerah
mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pembangunan,
khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Para
peserta dari berbagai instansi dan daerah tersebut tidak ingin berhenti pada
pembelajaran berbasis data maupun pemberitaan. Melalui Visitasi Kepemimpinan
Nasional (VKN), mereka turun langsung ke lapangan untuk melihat realitas
pembangunan sekaligus menggali praktik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Kunjungan
itu diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto,
dalam kegiatan penerimaan peserta VKN Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2026 di
Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (2/9/2026).
Ketua
Rombongan VKN Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2026, Suparjana, mengatakan Lampung
Selatan dipilih bukan sekadar untuk memenuhi agenda visitasi. Daerah ini
dipandang penting untuk memberikan pengalaman lapangan yang melengkapi
pembelajaran kepemimpinan yang selama ini diperoleh peserta di ruang kelas.
“Kami
datang ingin melihat secara langsung, mendapatkan informasi. Kalau hanya mendapatkan
informasi dari media, nampaknya kurang lengkap kalau tidak langsung melihat.
Teman-teman memilih Lampung Selatan sebagai lokus untuk melengkapi pembelajaran
di bangku kelas dan mendapatkan realitas yang sebenarnya,” ujar Suparjana.
Menurut
dia, pengalaman langsung di lapangan memberikan perspektif yang berbeda.
Kondisi nyata yang ditemui selama visitasi dapat memperkaya pemahaman peserta
mengenai bagaimana sebuah kebijakan dirancang, dijalankan, sekaligus menghadapi
berbagai tantangan di tingkat daerah.
Selama
berada di Kabupaten Lampung Selatan hingga Jumat, rombongan akan menggali
berbagai praktik pembangunan dari sejumlah program yang dinilai relevan dengan
penguatan ekonomi masyarakat.
Peserta berasal dari berbagai instansi dan pemerintah daerah, antara lain Kementerian Kehutanan serta Kabupaten Ciamis, Garut, Bandung, Sumedang, Subang, dan Cirebon.

Salah
satu fokus utama visitasi adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Program tersebut menjadi perhatian karena dinilai memiliki praktik baik yang dapat
dipelajari dalam konteks penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa.
“Kami
ingin melihat program terbaik nasional, khususnya KDMP. Sudah banyak success story dari KDMP sehingga bekal
kami semakin paripurna untuk melengkapi pengalaman,” kata Suparjana.
Ia
berharap pembelajaran yang diperoleh dari Lampung Selatan tidak berhenti
sebagai pengalaman bagi para peserta. Pengetahuan dan gagasan yang didapat
diharapkan dapat dibawa pulang, dikembangkan, dan diterapkan sesuai dengan
karakteristik daerah masing-masing.
“Pembelajaran
dari Lampung Selatan ini bisa menyebar. Insight
dari Lampung Selatan ini bisa kami semai di seluruh Indonesia. Strategi yang
selama ini diimplementasikan bisa menjadi pengalaman bagi kami,” ujarnya.
Lampung Selatan Buka Ruang untuk Saling Belajar
Sekda
Lampung Selatan Supriyanto menyambut baik dipilihnya Kabupaten Lampung Selatan
sebagai salah satu lokus VKN. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya
menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program daerah, tetapi juga momentum
membangun jejaring dan bertukar gagasan antar daerah.
“Atas
nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan selamat datang
kepada seluruh peserta dan pendamping. Ini merupakan ruang strategis untuk
saling belajar, menguatkan dan berbagi pengalaman dalam membangun pemerintahan
yang efektif serta ekonomi masyarakat yang kuat,” ujar Supriyanto.
Ia
menilai tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks. Pemerintah dituntut
bergerak lebih cepat, adaptif, dan efektif, sekaligus mampu memastikan setiap
kebijakan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Dalam
konteks tersebut, pendidikan kepemimpinan seperti PKN dinilai memiliki peran
penting dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan
manajerial, tetapi juga mampu berpikir strategis, membangun kolaborasi, serta
menghasilkan kebijakan dan program yang berdampak.
Supriyanto kemudian memaparkan pengembangan KDMP di Kabupaten Lampung Selatan. Dari 140 koperasi yang telah berdiri atau dipersiapkan, sebanyak 120 koperasi telah masuk dalam proses pengembangan.

Para
peserta VKN juga akan difasilitasi untuk melihat secara langsung salah satu
lokus, yakni Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bumi Sari. Dari lokasi tersebut,
peserta diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih utuh mengenai implementasi
program di tingkat desa.
Pembelajaran
juga tidak terbatas pada KDMP. Rombongan akan mendapatkan informasi mengenai
sejumlah program nasional lainnya yang berjalan di Kabupaten Lampung Selatan,
termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program kampung nelayan yang diarahkan
untuk turut memperkuat ekonomi masyarakat.
Supriyanto
menegaskan, Lampung Selatan tidak ingin memosisikan diri sebagai daerah yang
hanya menjadi objek pembelajaran. Sebaliknya, visitasi diharapkan menjadi ruang
terbuka untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan masukan.
“Datang
ke sini untuk menggali, bertanya, mengkritisi, dan membawa gagasan. Kita sama-sama
belajar. Tidak ada daerah yang lebih dari daerah lain. Apa yang ada, silakan
dibawa. Apa yang masih kurang, tolong beri masukan,” tegasnya.
Ia
pun meminta jajaran perangkat daerah yang terlibat, khususnya Bappeda, Dinas
Kominfo, Dinas PMD, Dinas Koperasi dan UKM, serta pihak koperasi yang menjadi
lokus visitasi, memberikan dukungan penuh kepada peserta.
Dukungan
tersebut dilakukan dengan membuka akses terhadap data dan informasi yang
dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak berhenti pada gambaran umum, tetapi
mampu memberikan pemahaman yang utuh mengenai strategi, proses, sekaligus
tantangan pembangunan di daerah.
“Pemerintah
daerah yang maju adalah yang mau belajar. Daerah yang kuat adalah yang mampu
berkolaborasi. Lampung Selatan tidak sendirian. Tantangan ke depan sangat
luas,” kata Supriyanto.
Melalui
VKN tersebut, Lampung Selatan diharapkan menjadi ruang bertemunya pengalaman,
data, dan gagasan antardaerah. Dari pertemuan itu, praktik pembangunan yang
telah berjalan dapat saling dipelajari, dikritisi, dan dikembangkan menjadi
strategi baru untuk memperkuat kepemimpinan serta ekonomi masyarakat di
berbagai daerah. (ptm)