DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Kehadiran TNI Angkatan Darat di
tengah masyarakat tak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan.
Di Kabupaten Lampung Selatan,
peran satuan kewilayahan juga diarahkan untuk ikut menjawab kebutuhan
masyarakat melalui berbagai program pembangunan, mulai dari akses air bersih,
ketahanan pangan, hingga rehabilitasi rumah dan fasilitas sosial.
Peran tersebut disampaikan
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0421/Lampung Selatan Mayor Inf. Adi Hartono bersama
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Inf. Arsyad dalam program Ruang
Dialog DBFM Radio LPPL Pemkab Lampung Selatan, Jumat (14/8/2026).
Mayor Inf. Adi Hartono menjelaskan,
keterlibatan satuan Komando Teritorial dalam pembangunan daerah merupakan
bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Melalui tugas
tersebut, TNI dapat membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan yang memberikan
manfaat langsung bagi masyarakat.
“Jadi, kita satuan Komando
Teritorial, Kodim, itu melaksanakan tugas yaitu Operasi Militer Selain Perang.
Jadi membantu masyarakat, kegiatan-kegiatan apa saja yang untuk membantu
pembangunan di daerah,” ujarnya.
Menurut Adi, peran tersebut
membuat satuan kewilayahan memiliki kedekatan langsung dengan kondisi
masyarakat dan dinamika pembangunan di daerah. Dukungan TNI pun diarahkan untuk
melengkapi upaya pemerintah dalam menjawab berbagai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Kapten Inf. Arsyad
mengatakan, tugas kewilayahan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik,
tetapi juga menyiapkan kondisi wilayah dan masyarakat sebagai bagian dari
ketahanan nasional.
Konsep tersebut, jelasnya,
mencakup kondisi geografis, kependudukan serta kondisi sosial yang meliputi
berbagai aspek, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya hingga
pertahanan dan keamanan.
“Bagaimana ideologi kita tetap mengacu pada ideologi Pancasila, bagaimana politik kita bisa stabil, bagaimana ekonomi bisa stabil, kemudian bagaimana kehidupan sosial budaya, politik maupun pertahanan keamanan bisa stabil,” jelasnya.

Arsyad menambahkan,
keterlibatan TNI dalam kegiatan di luar operasi militer untuk perang memiliki
dasar hukum dan menjadi bagian dari tugas TNI dalam membantu pemerintah. Peran
tersebut antara lain dapat diwujudkan dalam penanganan bencana maupun dukungan
terhadap pembangunan daerah.
Karena itu, keberadaan TNI di
tengah masyarakat tidak semata-mata dimaknai sebagai penjaga pertahanan
wilayah. Lebih jauh, satuan kewilayahan turut berkontribusi membangun ketahanan
nasional melalui penguatan kondisi wilayah sekaligus peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Di Kabupaten Lampung Selatan,
kontribusi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan TNI AD. Di
antaranya pembangunan Jembatan Garuda, program TNI AD Manunggal Air Bersih
untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung pengairan persawahan,
rehabilitasi sekolah dan panti asuhan, penguatan ketahanan pangan, rehabilitasi
rumah tidak layak huni, pencegahan dan penurunan stunting, serta penghijauan
dan pelestarian lingkungan.
“Kita ini sedang berfokus dalam
pembangunan Jembatan Garuda. Kemudian juga TNI AD Manunggal Air Bersih, air
bersih dan air persawahan. Kemudian ada juga karya bakti, rehabilitasi sekolah,
rehabilitasi panti asuhan, ketahanan pangan, rehabilitasi rumah tidak layak
huni, pencegahan penurunan stunting, dan penghijauan,” kata Mayor Inf. Adi
Hartono.
Berbagai program tersebut
dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Pola
kolaborasi ini menjadi penting agar dukungan TNI tidak berhenti pada kegiatan,
tetapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi
masyarakat di wilayah.
Ke depan, sinergi antara TNI,
pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan semakin kuat, sehingga pembangunan
daerah tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan
wilayah dan menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat
Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf-Ech)