DISKOMINFO LAMSEL, Bakauheni - Menikmati panorama pantai tidak
hanya membutuhkan tempat yang indah, tetapi juga rasa aman.
Kesadaran itu mendorong
manajemen Lummay Villa Resort membekali 35 karyawannya dengan pengetahuan dan
keterampilan menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Pelatihan tersebut menggandeng
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan
dan berlangsung di halaman Lummay Villa Resort, di kawasan Pantai Minang Rua,
Desa Kelawi, Bakauheni, Jumat (14/8/2026).
Para peserta mendapatkan
edukasi pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga
praktik pemadaman api secara langsung.
Kepala Dinas Damkarmat
Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengapresiasi langkah manajemen
Lummay Villa Resort yang secara aktif melibatkan Damkarmat dalam memberikan
edukasi keselamatan kepada para karyawannya.
Menurut Sefri, langkah tersebut
menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak berhenti pada pembangunan
fasilitas dan penyediaan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga mencakup
kesiapan menghadapi risiko keselamatan.
“Itu artinya, manajemen tidak hanya menyuguhkan panorama keindahan pantai serta infrastruktur yang ada di dalamnya, tetapi juga memikirkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung dari bahaya kebakaran,” kata Sefri.

Ia menjelaskan, sebagian besar
peristiwa kebakaran masih dipicu oleh kelalaian manusia. Salah satu penyebab
yang paling banyak ditemukan adalah korsleting listrik.
Berdasarkan data Damkarmat
Lampung Selatan, sejak Januari hingga Kamis (13/8/2026), telah terjadi 100
peristiwa kebakaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 kejadian atau lebih dari
sepertiga di antaranya disebabkan oleh korsleting listrik.
Sefri mengingatkan masyarakat
maupun pengelola usaha untuk tidak menggunakan sambungan listrik secara
berlebihan. Penumpukan steker pada satu stop kontak dapat membuat arus listrik
melampaui kapasitas, memicu panas berlebih, hingga menyebabkan komponen stop
kontak atau steker meleleh dan menimbulkan percikan api.
Selain korsleting listrik,
Damkarmat juga mencatat meningkatnya kejadian kebakaran lahan yang dipicu
aktivitas pembakaran sampah maupun lahan. Sejak Juli hingga 13 Agustus 2026,
tercatat 32 peristiwa kebakaran lahan dengan penyebab tersebut.
Memasuki periode kemarau, Sefri
mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
kebakaran.
Pembakaran sampah atau lahan,
terutama dalam kondisi kering dan disertai angin, dapat membuat api dengan
cepat menjalar ke area di sekitarnya.
“Upayakan hindari membakar sampah atau lahan. Saat ini sedang musim kemarau yang lebih kering. Sangat berbahaya jika kita membakar sampah atau lahan tanpa adanya pengawasan yang ketat, terlebih jika ada hembusan angin yang kencang,” kata Sefri.

Di sisi lain, General Manager
Lummay Villa Resort, Kukuh Wibawanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan
bagian dari upaya manajemen meningkatkan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam
menghadapi situasi darurat.
“Kami berupaya memberikan yang
terbaik bagi para tamu. Mereka yang berkunjung ke sini dapat lebih enjoy
menikmati liburannya tanpa ada rasa khawatir terhadap situasi darurat. Kami
ingin para tamu merasa nyaman dan aman berkunjung ke sini,” ujar Kukuh.
Ia berharap, setelah mengikuti
pelatihan, para karyawan tidak hanya memahami cara menggunakan APAR, tetapi
juga mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Pelatihan kemudian dilanjutkan
dengan pengenalan jenis dan fungsi APAR, tata cara penggunaannya, serta praktik
memadamkan api secara langsung oleh para peserta di bawah arahan petugas
Damkarmat.
Langkah tersebut sekaligus
memperkuat upaya pengembangan pariwisata Lampung Selatan yang tidak hanya
bertumpu pada daya tarik destinasi, tetapi juga pada aspek keamanan,
kenyamanan, dan kesiapan pengelola dalam memberikan perlindungan kepada
wisatawan.
Bagi wisatawan, rasa aman
merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan. Karena itu, kesiapan
sumber daya manusia di destinasi wisata menjadi salah satu unsur yang turut
menentukan kualitas pelayanan dan keberlanjutan pengelolaan pariwisata. (Kmf)