DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terus memperkuat upaya
pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Salah satunya dengan mendorong
Program Teras HELAU, sebuah inovasi pemberdayaan masyarakat yang
mengintegrasikan ketahanan pangan keluarga dengan konsep ekonomi sirkular
berbasis pemanfaatan pekarangan rumah.
Komitmen tersebut ditegaskan
Bupati Radityo Egi Pratama saat meninjau pelaksanaan pilot project
Program Teras HELAU di kediaman Arsyam, warga Lingkungan Jati Dalam, Kelurahan
Way Urang, Kecamatan Kalianda, Rabu (29/7/2026).
Arsyam merupakan salah satu
masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya menerima bantuan Rumah Tidak
Layak Huni (RTLH). Kini, pekarangan rumahnya disulap menjadi kawasan produktif
yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga
berpotensi menambah pendapatan rumah tangga.
"Hari ini kita berada di
lokasi pilot project Program Teras HELAU, dan insyaallah ke depan akan kita
terapkan juga di seluruh kecamatan dan desa," ujar Bupati Egi.
Dalam peninjauan tersebut,
Bupati Egi melihat langsung pemanfaatan pekarangan rumah yang ditanami berbagai
komoditas hortikultura, mulai dari kangkung, cabai keriting, cabai rawit,
tomat, terong, daun bawang, jahe, nanas hingga sawo.
Selain itu, di lokasi juga dikembangkan budidaya ikan lele menggunakan sistem budikdamber (budidaya ikan dalam ember) serta peternakan ayam yang menjadi sumber pangan sekaligus penunjang ekonomi keluarga.

Menurut Bupati Egi, Program
Teras HELAU dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan
secara optimal sehingga mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus
memperkuat ekonomi rumah tangga.
"Lele ini dipelihara oleh
masyarakat, kemudian hasilnya bisa untuk konsumsi keluarga. Kalau hasilnya
lebih, bisa dijual sehingga ekonomi keluarga ikut berputar," kata Egi.
Lebih jauh, Program Teras HELAU
tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga mengedepankan
konsep ekonomi sirkular yang melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah.
Melalui konsep tersebut, sampah
organik rumah tangga akan diolah menjadi pakan maggot. Selanjutnya, maggot
dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele sehingga tercipta sistem produksi yang
saling terhubung, ramah lingkungan, dan minim limbah.
"Perangkat daerah terkait
akan dilibatkan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Sampah organik nantinya
diolah menjadi makanan maggot, kemudian maggot menjadi pakan lele. Jadi
siklusnya terus berputar, tidak ada yang terbuang, dan masyarakat juga akan diberikan
pendampingan dalam pengelolaannya," jelasnya.
Bupati Egi menegaskan, rumah
percontohan di Kelurahan Way Urang akan menjadi model pengembangan Program
Teras HELAU yang selanjutnya direplikasi ke seluruh kecamatan di Kabupaten
Lampung Selatan sebelum diterapkan lebih luas hingga tingkat desa.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap Program Teras HELAU mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, melalui pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Sementara itu, Arsyam mengaku
merasakan manfaat nyata sejak mengikuti Program Teras HELAU. Menurutnya,
pekarangan rumah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mampu
menyediakan kebutuhan sayur dan lauk bagi keluarganya, sehingga pengeluaran
rumah tangga menjadi lebih hemat.
"Manfaatnya sangat besar
bagi keluarga kami. Sekarang kebutuhan sayur dan lauk sudah tersedia dari
pekarangan sendiri, sehingga tidak perlu lagi membeli setiap hari. Kalau
hasilnya lebih, kami juga bisa berbagi dengan tetangga. Saya mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Bupati Radityo Egi Pratama atas bantuan bedah rumah dan
Program Teras HELAU yang sangat bermanfaat bagi keluarga kami," ungkap
Arsyam.
Pada kesempatan yang sama,
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan
turut membagikan bibit tanaman kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan
terhadap pengembangan Program Teras HELAU sekaligus mendorong semakin banyak pekarangan
produktif di lingkungan masyarakat. (Kmf-Nsy)