DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID) memperkuat berbagai langkah strategis pengendalian inflasi sebagai
tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Upaya tersebut dilakukan untuk
menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, melindungi daya beli masyarakat,
serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan
usai TPID Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian
Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI
secara virtual melalui zoom meeting dari Ruang Kepala Bagian
Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (13/7/2026).
Rapat yang dipimpin langsung Mendagri
Tito Karnavian itu diikuti pemerintah daerah se-Indonesia sebagai forum
evaluasi perkembangan inflasi nasional sekaligus penguatan sinergi antara
pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dalam arahannya, Tito Karnavian
menyampaikan bahwa tingkat inflasi nasional saat ini berada pada angka 3,34
persen. Menurutnya, kondisi tersebut masih berada pada kategori aman, namun
menunjukkan tren peningkatan selama tiga bulan terakhir sehingga perlu
diantisipasi secara bersama-sama.
"Angka inflasi nasional
berada di angka 3,34 persen. Angka yang masih aman, tetapi kita melihat tren
tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. Kita perlu banyak berusaha agar
tidak sampai menyentuh angka 3,5 persen," ujar Tito.
Ia menjelaskan, peningkatan
inflasi dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran, terutama makanan,
minuman, dan tembakau, sektor transportasi akibat kenaikan harga minyak, serta
kelompok perawatan pribadi, khususnya emas yang mengalami fluktuasi harga.
“Inflasi bulanan juga meningkat dari 0,28 persen pada Mei menjadi 0,44 persen pada Juni 2026. Kenaikan tersebut didominasi sektor transportasi sebesar 2,29 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,20 persen,” kata Tito.

Menindaklanjuti arahan
tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat strategi
pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pemantauan
perkembangan harga bahan pokok secara berkala, serta pelaksanaan berbagai
program yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni Gerakan Serentak Penetrasi Pasar Murah di Pasar Inpres Kalianda. Melalui kegiatan itu, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti Minyakita, gula pasir, dan beras SPHP, guna membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Pemkab Lampung Selatan berharap
sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh
pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Dengan demikian, laju inflasi
daerah tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, serta pertumbuhan ekonomi
daerah dapat terus berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. (ptm-Kmf)