DISKOMINFO LAMSEL, Palas
- Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Dusun Blora, Desa Sukamulya,
Kecamatan Palas, Jumat malam (10/7/2026), tidak hanya diwarnai kemeriahan pagelaran
wayang kulit dan Suroan dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Di tengah ratusan warga yang
hadir, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengajak masyarakat
merenungkan satu pertanyaan penting: warisan apa yang akan dikenang anak cucu
dari generasi saat ini lima puluh tahun mendatang.
Pertanyaan tersebut disampaikan
Bupati Egi sebagai bentuk refleksi atas perjalanan panjang Dusun Blora yang
telah berkembang selama lebih dari lima dekade berkat perjuangan para
pendahulu.
"Hari ini kita menikmati
hasil perjuangan para pendahulu yang membuka lahan dengan alat seadanya.
Pertanyaannya, lima puluh tahun dari sekarang, apa yang akan dikenang oleh anak
cucu kita tentang generasi hari ini? Apakah kita mampu mewariskan persatuan,
kepedulian, dan kemajuan? Ataukah justru meninggalkan perpecahan?" ujar
Bupati Egi.
Menurut Bupati Egi, jawaban
atas pertanyaan tersebut bergantung pada langkah yang dilakukan masyarakat
mulai hari ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga
kerukunan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghidupkan kembali budaya gotong
royong sebagai fondasi pembangunan desa.
Dalam kegiatan yang turut
dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, jajaran pejabat pemerintah
daerah, Camat Palas, unsur Forkopimcam, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat tersebut,
Egi mengajak seluruh hadirin memberikan penghormatan kepada para sesepuh Dusun
Blora yang menjadi saksi sejarah berdirinya dusun sejak tahun 1974.
Menurutnya, jasa para pendahulu
menjadi fondasi penting bagi kemajuan yang saat ini dinikmati masyarakat dan
patut menjadi teladan bagi generasi penerus.
Selain itu, Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukamulya yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian desa.

Dalam kesempatan tersebut,
Bupati Egi menegaskan komitmen Pemkab Lampung Selatan untuk terus memperkuat
pembangunan dari tingkat desa melalui Program Desa HELAU.
Menurutnya, program tersebut
menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa yang semakin maju dengan masyarakat
yang rukun, ekonomi yang terus tumbuh, lingkungan yang terjaga, pelayanan
publik yang semakin baik, serta budaya lokal yang tetap lestari.
"Semangat membangun ini
kami wujudkan melalui Program Desa HELAU, yaitu mewujudkan desa yang maju,
masyarakat yang rukun, ekonomi tumbuh, lingkungan terjaga, pelayanan publik
yang semakin baik, serta budaya lokal yang tetap lestari," jelasnya.
Melalui Program Desa HELAU, Pemkab
Lampung Selatan terus mendorong peningkatan infrastruktur desa, penguatan
sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan akses pendidikan dan
layanan kesehatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh
masyarakat.
Menjelang dimulainya pagelaran
wayang kulit, Bupati Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian seni
budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda di tengah
pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, wayang kulit tidak
hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana pembelajaran yang mengandung
nilai-nilai luhur, seperti kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab, dan keberanian
dalam membela kebenaran.
"Ketika masyarakat
bersatu, pemerintah dan rakyat berjalan seiring, saya yakin tidak ada cita-cita
yang terlalu besar untuk diwujudkan. Selamat HUT ke-52 Dusun Blora, dan Selamat
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mari bersama-sama kita jadikan Kabupaten Lampung
Selatan semakin maju dan HELAU," tutup Bupati Egi. (Kmf-Gil)