DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat kolaborasi
lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satunya melalui sinergi
dengan InJourney Airports KC Bandara Radin Inten II yang diarahkan untuk
menjadikan bandara sebagai etalase promosi pariwisata, budaya, dan produk
unggulan UMKM Kabupaten Lampung Selatan.
Komitmen tersebut mengemuka
saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima audiensi jajaran
InJourney Airports KC Bandara Radin Inten II yang dipimpin General Manager,
Kiki Eprina Arieanti, di ruang kerja bupati, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi
momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama dalam
mendukung pengembangan daerah, khususnya melalui promosi destinasi wisata,
penguatan pemasaran produk UMKM, serta peningkatan aktivitas ekonomi
masyarakat.
General Manager InJourney
Airports KC Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan, pihaknya
berkomitmen membangun sinergi yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan agar berbagai potensi daerah dapat dikenal lebih luas melalui
Bandara Radin Inten II.
Menurut Kiki, bandara tidak
hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga memiliki peran
strategis sebagai pintu gerbang yang mampu memperkenalkan kekayaan daerah
kepada para wisatawan dan pengguna jasa penerbangan.
"Kami ingin meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Harapannya, bandara tidak hanya menjadi pintu masuk bagi pengguna jasa, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata dan UMKM," ujar Kiki.

Kiki juga menyampaikan bahwa
trafik penumpang Bandara Radin Inten II saat ini mengalami peningkatan seiring
periode libur sekolah. Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat,
tersedia tambahan tiga penerbangan yang berlaku hingga 30 Juli 2026.
Selain itu, InJourney Airports
tengah melakukan sosialisasi layanan premium pick up dan drop off melalui Jalur
1 terminal. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis hingga
16 Juli 2026, sebelum tarif resmi diberlakukan mulai 17 Juli 2026.
Menanggapi hal itu, Bupati
Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik inisiatif kolaborasi yang
ditawarkan InJourney Airports. Menurutnya, Bandara Radin Inten II merupakan
salah satu pintu masuk strategis yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan
berbagai potensi unggulan Lampung Selatan kepada masyarakat luas.
Bupati Egi menegaskan,
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terbuka terhadap berbagai bentuk kerja
sama yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung
percepatan pembangunan daerah.
"Kami sangat terbuka
terhadap segala bentuk kolaborasi. Ke depan, mari kita rumuskan bersama bentuk
kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam
mempromosikan pariwisata dan produk-produk unggulan UMKM Lampung Selatan,"
kata Bupati Egi.
Lebih lanjut, Bupati Egi
berharap promosi produk UMKM di lingkungan bandara tidak berhenti sebatas
display produk, tetapi dikembangkan dalam konsep galeri yang lebih menarik,
representatif, dan mampu mendorong minat pengunjung untuk membeli produk lokal.
Selain itu, Egi juga
mengusulkan agar identitas budaya khas Lampung Selatan turut dihadirkan di area
bandara sebagai bagian dari pengalaman wisata, sehingga para pengunjung telah
mengenal kekayaan budaya daerah sejak pertama kali menginjakkan kaki di Provinsi
Lampung.
Melalui audiensi tersebut, Pemkab
Lampung Selatan dan InJourney Airports berharap dapat membangun kolaborasi yang
berkelanjutan dalam memperkuat promosi daerah, meningkatkan daya saing UMKM,
memperluas sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang
memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Nsy-Kmf)