DISKOMINFO LAMSEL, Jati Agung - Sinergi antara ulama dan umara
menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya
maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter, moral, dan kehidupan
beragama.
Komitmen tersebut ditegaskan
Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat membuka Musyawarah Kerja
Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Selatan Tahun
2026 di Aula SMA Yayasan Al Huda, Kecamatan Jati Agung, Jumat (26/6/2026).
Mukerda MUI Kabupaten Lampung
Selatan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah
daerah dan para ulama dalam merumuskan program kerja yang mampu menjawab
berbagai tantangan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai
keagamaan di daerah.
Kegiatan tersebut turut
dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab
Lampung Selatan, Anasrullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab
Lampung Selatan Firmansyah, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Dapil 5,
Slamet Nuriman, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan.
Selain itu, turut hadir Ketua
Umum MUI Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., Ketua Umum MUI
Kabupaten Lampung Selatan Dr. KH. Ahmad Habib, M.Pd., jajaran pimpinan
organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya PCNU, DPD Muhammadiyah, DPD LDII,
FKUB, Baznas, serta Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati
M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Lampung Selatan
atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina kehidupan keagamaan, memperkuat
ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kerukunan umat di tengah masyarakat.
Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban. Peran ulama dinilai sangat penting dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, serta memperkuat kehidupan beragama di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

"Sinergi antara ulama dan
umara merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Kemajuan
pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan
infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak, karakter, persatuan, serta
ketahanan moral masyarakat," ujar Syaiful.
Karena itu, Pemerintah
Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus memperkuat kemitraan dengan MUI
melalui berbagai program kolaboratif, mulai dari pembinaan kehidupan keagamaan,
pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga pemberdayaan
masyarakat.
Syaiful juga berharap Mukerda MUI Tahun 2026 mampu menghasilkan program-program kerja yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hasil musyawarah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda, serta meningkatkan literasi keagamaan di Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI
Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., menegaskan bahwa Mukerda
harus menjadi forum yang menghasilkan rumusan program kerja yang konkret dan
dapat diimplementasikan secara langsung untuk menjawab berbagai persoalan umat.
Menurut Prof. Mukri, tantangan
kehidupan masyarakat yang semakin dinamis menuntut MUI hadir sebagai lembaga yang
responsif, adaptif, sekaligus mampu memperkuat perannya sebagai pelayan umat dan
mitra strategis pemerintah.
"Mukerda ini bukan sekadar
ajang silaturahmi, tetapi memformulasikan secara matang apa yang bisa
dilaksanakan secara nyata. MUI harus hadir sebagai pelayan umat sekaligus mitra
pemerintah yang mampu memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial,"
tegasnya.
Melalui Mukerda tersebut,
diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen
masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan Lampung Selatan yang religius,
harmonis, maju, serta berdaya saing. (Kmf-Nsy)