DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung
Selatan terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka kemiskinan melalui
penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi program berbasis data.
Upaya tersebut dibahas dalam
Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tahun 2026
yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa
(23/6/2026).
Rapat koordinasi yang dipimpin
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani,
itu dihadiri kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, serta mitra
pembangunan terkait.
Dalam arahannya, Tri Umaryani
menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun
2025 tercatat sebesar 12,05 persen, sementara angka kemiskinan ekstrem berada
pada level 0,60 persen.
Meskipun menunjukkan tren yang
terus membaik, capaian tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Lampung
maupun nasional.
Oleh karena itu, Tri meminta
seluruh perangkat daerah menjadikan penurunan kemiskinan sebagai salah satu
prioritas utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja tahun 2026.
Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak nyata
dan terukur terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Tri juga
menekankan pentingnya pemutakhiran dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi
Nasional (DTSEN) sebagai basis utama pelaksanaan program penanggulangan
kemiskinan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah yang mengelola bantuan sosial menggunakan data DTSEN agar berbagai intervensi pemerintah dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain aspek data, Tri turut
menyoroti realisasi anggaran program penanggulangan kemiskinan yang hingga
Triwulan I Tahun 2026 masih berada pada kisaran 14 hingga 19 persen. Untuk itu,
ia mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan pada Triwulan II agar target
pembangunan dan pengurangan kemiskinan dapat tercapai secara optimal.
“Kita harus memastikan setiap
program yang dilaksanakan memiliki dampak langsung dan terukur terhadap
pengurangan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target realisasi anggaran,”
tegasnya.
Lebih lanjut, Tri mengarahkan
agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan dan
pendidikan, serta berbagai bantuan sosial dapat terintegrasi dengan data DTSEN.
Dengan demikian, seluruh program pemerintah dapat saling mendukung dan memberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi
tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap seluruh perangkat daerah semakin
memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas data dan pelaporan, serta
mengoptimalkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap penurunan
kemiskinan guna mewujudkan Lampung Selatan yang lebih sejahtera, maju, dan
berdaya saing. (Nsy)