DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda - Lomba Kicau Burung dalam rangka Hari
Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Lampung Selatan sukses menjadi pelepas
rindu sekaligus “obat dahaga” bagi para pecinta burung berkicau di Provinsi
Lampung, khususnya Lampung Selatan. Digelar di Lapangan Mapolres Lampung
Selatan, Minggu (10/5/2026), kegiatan tersebut disambut antusias ratusan
peserta dari berbagai daerah.
Tak sekadar menjadi ajang adu
kualitas burung berkicau, lomba yang menggandeng Jasmine Indonesia sebagai
panitia pelaksana itu juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat,
komunitas kicau mania, dan jajaran kepolisian dalam suasana hangat dan penuh
kebersamaan.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP
Toni Kasmiri, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta, termasuk yang datang
dari luar daerah seperti Metro dan Tanggamus.
“Yang dari Metro, Tanggamus,
selamat datang. Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan baik. Kalau burungnya
pintar ya bilang pintar, yang penting benar-benar transparan. Betul-betul
burung itu bagus, apapun kelasnya,” ujar Toni.
Ia menyebut, jumlah peserta
yang mengikuti lomba terbilang membludak. Sebanyak 145 peserta tercatat
mendaftar secara online, sementara sekitar 100 peserta lainnya mendaftar
langsung di lokasi pada hari pelaksanaan.
“Hadiah utamanya motor,” tambah Toni, yang langsung disambut antusias para peserta.

Turut hadir membuka kegiatan
tersebut, Wakil Bupati Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar, yang menilai
momentum Hari Bhayangkara menjadi ruang penting untuk memperkuat hubungan
antara Polri dan masyarakat.
“Saya berharap momentum Hari
Bhayangkara ini akan tercipta sinergitas atau cooling system, memperkuat hubungan silaturahmi dan kemitraan
antara Polri, khususnya Polres Lampung Selatan, dengan masyarakat guna
menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Syaiful.
Ia juga menyampaikan ucapan
selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik
Indonesia, khususnya Polres Lampung Selatan.
“Semoga Polri semakin presisi,
dekat dengan masyarakat, dan terus menjadi pelindung serta pengayom yang
dicintai rakyat,” ujarnya.
Menurut Syaiful, lomba kicau
burung bukan hanya sekadar kompetisi adu kemerduan suara, melainkan momentum
mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan
masyarakat.
“Hobi positif seperti ini
terbukti mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang profesi maupun
latar belakang,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak
para pecinta burung untuk menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan
dan perlindungan satwa melalui semangat penangkaran.
“Mari kita kembangkan hobi ini
dengan semangat breeding agar
kelestarian burung di alam tetap terjaga untuk generasi mendatang,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Syaiful
berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus
mengingatkan dewan juri agar menjaga objektivitas dan transparansi penilaian.
“Selamat berlomba, junjung
tinggi sportivitas. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun persaudaraan
adalah yang utama,” kata Syaiful. (ptm)